Teknik > Teknik Mobil > Profile Mobil >

Test Drive Hyundai Tucson CRDi, Menguji kenyamanan SUV Mesin Diesel dari Korea

  • Test Drive Hyundai Tucson CRDi, Menguji kenyamanan SUV Mesin Diesel dari Korea

    Hyundai Tucson CRDi

  • Test Drive Hyundai Tucson CRDi, Menguji kenyamanan SUV Mesin Diesel dari Korea

    Hyundai Tucson CRDi

  • Test Drive Hyundai Tucson CRDi, Menguji kenyamanan SUV Mesin Diesel dari Korea

    Hyundai Tucson CRDi

  • Test Drive Hyundai Tucson CRDi, Menguji kenyamanan SUV Mesin Diesel dari Korea

    Mudah mengoperasikan sunroof

  • Test Drive Hyundai Tucson CRDi, Menguji kenyamanan SUV Mesin Diesel dari Korea

    Hyundai Tucson CRDi

  • Test Drive Hyundai Tucson CRDi, Menguji kenyamanan SUV Mesin Diesel dari Korea

    Hyundai Tucson CRDi

  • Test Drive Hyundai Tucson CRDi, Menguji kenyamanan SUV Mesin Diesel dari Korea

    Hyundai Tucson CRDi

Jakarta, OX. Di awal tahun 2017 ini, PT Hyundai Mobil Indonesia menghajar pasar mobil SUV dengan produk terbaru, Hyundai Tucson CRDi. Mobil tersebut dibekali mesin berteknologi teknologi common rail diesel kapasitas 2.000cc. Belum lama ini, tim OX mendapatkan kesempatan menjajal Hyundai Tucson CRDi tersebut, sehingga kami bisa mengupas seberapa apik kualitas mobil berdarah Korea Selatan tersebut.

Interior bergaya modern

Sesaat setelah membuka pintu mobil, langsung nampak suguhan panel kemudi dengan desain elegan berbalut kombinasi warna krem dan hitam. Penel tersebut mengakomodir peletakkan speedometer, lubang AC, tombol instrumen, serta di bagian tengah bercokol sebuah Multi Information Display (MID) ukuran 8 inch yang bertugas menampilkan pemutar musik, kamera kontrol , GPS, dan lainnya.

Salah satu yang jadi keistimewaan dari Tucson CRDi, yakni penggunaan sunroof yang dikendalikan lewat tombol elektrikal. Jadi lebih menyenangkan ketika mengajak anak ke tempat rekreasi misalnya, mereka bisa menyaksikan pemandangan lebih jelas dari dalam mobil.

Sementara, Hyundai masih mengandalkan speedometer analog, bersanding dengan tachometer dan meteran level bahan bakar dengan jarum penunjuk. Tapi, informasi seputar efisiensi bahan bakar, dan tripmeter muncul dalam tampilan digital. Panel informasi tersebut terbilang sederhana untuk mobil berharga di atas Rp 400 juta.

Ketika kali pertama duduk di kursi pengemudi, tim OX yang berpostur tinggi sekitar 175 cm kurang mendapatkan visibilitas berkendara secara maksimal. Posisi kursi cenderung rendah, sehingga penglihatan sedikit terhalang posisi dashboard.

Untungnya, Hyundai Tucson CRDi ini dibekali kamera kontrol dengan jarak pandang 360 derajat yang membantu penglihatan saat hendak parkir atau masuk ke jalanan sempit. Kamera yang terintegrasi dengan MID tersebut meghadirkan penampakan bagian depan, belakang, juga sisi kiri dan kanan sekitar mobil.

Tombol kontrol audio dan komunikasi yang tersemat di stir kemudi memudahkan pengendara jika ingin memindahkan saluran radio dan mengatur level suara saat di perjalanan. Oh ya, wheelsteer berbalut leather itu  juga nyaman digenggam, serta sangat ringan dikemudikan berkat Electronic Power Steering (EPS).

Buat anda yang suka bepergian, bagasi luas pada Hyundai Tucson CRDi sanggup menampung berbagai barang bawaan, seperti travel bag, sepatu, peralatan olahraga. Saat mendesak harus membawa muatan super banyak, kursi belakang bisa dilipat ke depan, menyediakan ruang bagasi lebih banyak.

Performa

Saat kali pertama menginjak pedal gas dalam mode tranmisi drive ‘D’, distribusi tenaga dari transmisi shiftronic terasa lembut. Beda impresi ketika berpindah ke mode sport, di mana torsi yang dihasilkan menjadi lebih besar sehingga akselerasi berjalan lebih cepat dan mulus.

Teknologi common rail diesel juga menjadikan mesin Tucson CRDi bisa bekerja dengan efisinsi bahan bakar optimal. Sebab, penyemprotan bahan bakar  ke ruang bakar oleh injektor diatur dengan sangat presisi oleh sistem elektronik. Saat dicoba mengukur jalanan di daerah Jakarta Selatan yang cukup padat, Tucson CRDi memiliki efisiensi bahan bakar sekitar 1:10.

Jangan pikir akan menemui getaran hebat pada kabin saat mesin sedang idling, karena teknologi common rail diesel juga membuat mesin lebih halus, tidak terasa seperti sedang naik truk konvensional, sob. Tapi, tetap saja kodrat mesin diesel masih menempel pada Tucson CRDi, seperti kepulan asap yang sesekali muncul saat mobil berakselerasi.

Kualitas handling mumpuni khas SUV

Suspensi Mc Pherson Strut with anti-roll bar and multi link menjadi pilar utama untuk menunjang kemampuan manuver Tucson CRDi. Cukup memuaskan, saat diajak beradu cepat di jalan lurus, mobil mampu berlari dengan mantap, tanpa ada gejala limbung. Pun begitu saat ditarik masuk dan keluar tikungan, kami bisa menahan kecepatan sambil memutar stir tanpa diiringi masalah ‘oleng’.

Dilihat dari luar, bagian belakang Tucson CRDi nampak jangkung. Salah satu faktornya, karena penggunaan pelek beda ukuran untuk depan dan belakang. Di depan, terpasang pelek alloy dengan diameter 17 inch berbalut ban standar ukuran 225/60. Sementara, roda belakang menerapkan pelek 18 inch dibungkus karet ban ukuran 225/55.

Setelah puas mengajak Tucson CRDi berkeliling di dalam kota, kami menilai salah satu produk andalah Hyundai itu cukup layak bersanding dengan SUV sekelas Honda HR-V, Nissan X-Trail, atau saudara serumpunnya Kia New Sportage dalam genre yang sama. Tapi, Tucson CRDi punya keunggulan di mesin diesel dengan efisiensi bahan bakar lebih baik.

Galeri foto Hyundai Tucson XG CRDi Turbo Diesel

 

1 Comments

  1. Guest

    09 Juli 2017

    Cialis Cruz Verde viagra Cialis Serieux

Leave Comment

(Required)