Audio >

AUDIO: SUZUKI NEO BALENO A/T 2008

Modifikasi Audio Neo Baleno, Dimensi Kabin Depan dan Peranti Qualified Jadi Kuncian

  • Modifikasi Audio Neo Baleno, Dimensi Kabin Depan dan Peranti Qualified Jadi Kuncian
  • Modifikasi Audio Neo Baleno, Dimensi Kabin Depan dan Peranti Qualified Jadi Kuncian
  • Modifikasi Audio Neo Baleno, Dimensi Kabin Depan dan Peranti Qualified Jadi Kuncian
  • Modifikasi Audio Neo Baleno, Dimensi Kabin Depan dan Peranti Qualified Jadi Kuncian
  • Modifikasi Audio Neo Baleno, Dimensi Kabin Depan dan Peranti Qualified Jadi Kuncian

Jakarta, OX. Dicky Martinus menganggap penting kebutuhan akan kualitas suara yang memadai dalam sebuah mobil. Nggak heran, Suzuki Neo Baleno lansiran 2008 miliknya ini mendapat optimalisasi pada keluaran suaranya.  Volume kabin yang ditawarkan sedan ini diharapkan mampu mendukung tatanan peranti audio  pilihan yang diyakini akan turut mendongkrak performanya.

Tonny Susilo dari rumah audio Sound Motion di daerah Cengkareng, Jakarta Barat dihubungi guna mengakomodir keinginannya. Head room kabin yang lega diakui Tonny punya keuntungan tersendiri. “Settingan-an suara lebih mudah,” jelasnya. Kelebihan lainnya, pada permukaan dasbor mempunyai ruang lebih untuk menempatkan mid-range. Sudut kaca depan yang tidak begitu landai juga memberikan nilai plus tersendiri.

SISTEM 3-WAY UNTUK SQ MAKSIMAL

Sebelumnya, Dicky sudah menerapkan sistem 2-way yang hanya mengandalkan pancingan vocal hasil keluaran speaker di bawah pintu. Hasilnya “Setelah diukur dengan RPA, staging-nya lebih dapat,” ujar Tonny. Namun kini Dicky lebih ingin menerapkan sistem 3-way agar menghasilkan kualitas suara SQ yang maksimal.

Walaupun diakui sistem 2-way lebih sulit, namun suara yang dihasilkan diyakini lebih padat jika sistem 3-way diterapkan. Karena kualitas vocal dapat dihasilkan penuh oleh mid-range dengan dukungan frekuensi rendah dari mid-bass. Lalu, pemilihan peranti audio yang qualified dituntut tepat.

ANDALKAN PERANTI QUALIFIED

Head unit mempercayakan favorit penggemar SQ, yaitu Alpine 9887 model single din yang dibuatkan dudukan khusus. Di ruang speaker asli ditempatkan mid-speaker Viva Logic 6 inchi. Kemudian pada pilar A kabin mengandalkan pasangan mid-range 3 inchi dengan tweeter-nya Ribbon Agako yang juga ditopang dudukan khusus.

Untuk mendongkrak keluaran suara mid-bass dan mid-range dipasang dua buah power amplifier 4 channel berlabel Audiobose P.6000 dan Dynaquest. Khusus peranti terakhir sudah mengalami penggantian mosfet dan kapasitor LH 4 channel yang dikerjakan Tonny. Begitu juga dengan crossover hasil racikan sendiri yang ditakar pada 12 db. Finalnya dentuman dihasilkan oleh subwoofer JL Audio diameter 12 inchi yang ditempatkan di bagasi belakang.

Hasilnya, olah suara instrumen khas musisi Kitaro terdengar sangat jernih ketika Tim OX mencoba mendalami hasil racikan barunya ini. Begitu juga dengan selera pribadi Dicky yang bergenre hip-hop dan lagu kesayangan anak-anaknya, lebih natural vokalnya. Rencana kedepannya, adalah aplikasi penetran di pintu untuk membantu pantulan frekuensi lebih maksimal dan membenahi boks agar lebih rigid. Puas sudah!

Leave Comment

(Required)