Audio >

MAZDA 3 HATCHBACK 2008

Upgrade Audio Mazda 3 Bukan Buat Kontes, ini Alasannya

  • Upgrade Audio Mazda 3 Bukan Buat Kontes, ini Alasannya
  • Upgrade Audio Mazda 3 Bukan Buat Kontes, ini Alasannya
  • Upgrade Audio Mazda 3 Bukan Buat Kontes, ini Alasannya
  • Upgrade Audio Mazda 3 Bukan Buat Kontes, ini Alasannya
  • Upgrade Audio Mazda 3 Bukan Buat Kontes, ini Alasannya

Jakarta, OX. Bukan karena alasan khusus bagi Reza Suwandi lebih gemar memaksimalkan kualitas tata suara dibanding meningkatkan performa sektor lainnya. Alasannya, kualitas audio standar dirasa kurang mumpuni. “Saya utamakan kesenangan berkendara, jadi lebih banyak upgrade di audio,” senyum Reza. Kali ini hatchback premium Mazda 3 yang jadi media pelampiasannya. Selera ubahannya pun hampir sama pada mobil terdahulu.

“Menjurus ke SQ, buat harian aja, engga ikut kontes,” jelas wiraswasta muda ini yang mempercayakan pengerjaan instalasi kepada Moelyadi Susanto dari Dynamic Autosound di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pemilihan peranti dipikirkan matang. Head unit standar aslinya terintegrasi dengan dasbor digantikan Pioneer P80RS2 single CD yang dibuatkan dudukan baru. Koneksi ke steering remote di setir asli dapat langsung terhubung berkat tambahan infra red.

Sementara semua speaker bawaan pabrik ditanggalkan, metode 3-way diterapkan. Speaker penggantinya menggamit label Focal K3P lengkap dengan tweeter-nya yang menghuni dudukan baru pada pilar A kabin. Keunggulannya selain suara lebih jernih dan terpusat di tengah kabin, diakui Reza mid-bass menjadi lebih keluar. Desain dasbor dan kabin depan khususnya juga mendukung poin lebih di aspek staging. Perangkat lain juga tak kalah qualified.

Untuk mendorong keluaran suara di speaker mengandalkan power amplifier Audison VRX2.400 tipe 2 channel. Sementara power amplifier JL Audio 500.1 tipe monoblok digadang mengangkat dentuman bass lewat subwoofer JL Audio W6 diameter 10 inci. Semua perangkat dikemas apik dalam sebuah boks yang ditempatkan di kabin paling belakang dengan kombinasi akrilik dan lampu LED. Segenap ubahan ini dirasakan lulusan Griffith University, Brisbane, Australia ini telah sesuai ekspektasi.

“Bisa digeber, kalau mau dengar R&B masih bisa kena,” puasnya. Tim OX pun turut merasakan impresi kualitas genre SQL lewat vokal Norah Jones yang kaya nada akustik. Walaupun hanya menggunakan sebuah subwoofer, tetap nendang karena keuntungan ciri khas hatchback yang menyatukan area bagasi dengan kabin. Good Job!

Leave Comment

(Required)