Teknik > Teknik Motor > Profile Motor >

Kawasaki W175, Mesin Waktu Untuk Nostalgia ke Tahun 80'an

  • Kawasaki W175, Mesin Waktu Untuk Nostalgia ke Tahun 80'an
  • Kawasaki W175, Mesin Waktu Untuk Nostalgia ke Tahun 80'an
  • Kawasaki W175, Mesin Waktu Untuk Nostalgia ke Tahun 80'an
  • Kawasaki W175, Mesin Waktu Untuk Nostalgia ke Tahun 80'an

Jakarta, OX. Memutar gas habis-habisan untuk mencapai kecepatan tertinggi atau melibas tikungan dalam kecepatan tinggi bak pembalap MotoGP sudah menjadi budaya buat anak muda penunggang motor sport yang ingin terlihat keren. Bukan hal baru lagi melihat kegiatan seperti itu di Indonesia, sebab sudah banyak pabrikan otomotif yang memasarkan jenis motor sport fairing atau naked. Karena itu, Kawasaki Motor Indonesia menawarkan jenis motor berbeda buat bikers yang mau tampil beda dan tetap bergaya.

Mungkin anda sudah bisa menebak, motor yang kami maksud merupakan Kawasaki W175. Motor bergaya retro yang diluncurkan Kawasaki Motor Indonesia (KMI) di event Jakarta Bike Week 2017 beberapa waktu lalu. Kali ini, tim OX akan menjabarkan impresi berkendara dengan motor tersebut.

Bentuk jok yang datar dan stang kemudi lebar membuat kami sudah merasa kerasan begitu pertama kali duduk sebagai pengendara. Posisi berkendara di atas W175 membuat kami bernostalgia, teringat pada Kawasaki Binter KH100. Untuk test rider berpostur tinggi 176cm, rasanya tak ada kesulitan utntuk menapakan kaki ke tanah, begitu juga untuk pengendara dengan tinggi sekitar 165 cm, sebab jarak tempat duduk ke tanah hanya 775mm. Bobot motor 126 kg juga relatif tidak terlalu menyulitkan pengendalian.

Sensasi mengendarai motor retro semakin terasa begitu mesin dinyalakan. Jantung mekanis berkapasitas 177cc memiliki getaran khas dan alunan suara ‘ngebass’ dari knalpot. Saat motor mulai dijalankan dengan transmisi rendah, mesin sangat terasa responsif dan mudah dikendalikan. Karakter seperti ini dibutuhkan untuk melibas trek dalam kota yang membutuhkan kemampuan stop n go melewati padatnya lalu lintas.

Kemampuan handling motor juga terbilang baik, meskipun mengandalkan suspensi konvensional di depan dan belakang. Motor tidak limbung saat diajak melahap tikungan tajam, tapi bantingan tidak menyiksa saat menerobos jalanan berlubang.

Speedometer analog di stang kemudi memudahkan pengendara melihat informasi kecepatan, jarak perjalanan, dan indikator lampu utama dan sein. Satu hal yang perlu diingat, Kawasaki W175 tidak memiliki meteran bahan bakar, sehingga harus sering diperiksa volume bahan bakar yang tersisa di tangki.

Leave Comment

(Required)