Sport >

Oleh-oleh Istimewa dari Kawasaki Manual Tech Dibawa ke Indonesia

  • Oleh-oleh Istimewa dari Kawasaki Manual Tech Dibawa ke Indonesia

Jakarta, OX. Tim Kawasaki Manual Tech tengah bersuka cita merayakan kemenangan Azlan Shah Kamaruzaman di ajang Supersport 600 (SS 600) Asia Road Racing Championship (ARRC) 2017. Piala kemenangan Azlan menjadi oleh-oleh istimewa yang dibawa Kawasaki Manual Tech ke Indonesia.

Prestasi yang didapatkan tahun ini berarti spesial untuk Azlan yang baru bergabung dengan Kawasaki Manual Tech tahun ini. Pembalap asal Malaysia itu menunjukan kapabilitasnya sebagai joki sarat pengalaman.

Azlan memastikan kemenangannya setelah memenangkan balapan kedua ARRC Thailand (3/12) lalu. Pembalap yang sempat mencicipi kompetisi Moto2 tahun 2013 sampai 2015 itu mengoleksi 155 poin, unggul dua poin dari M.D Zaqhwan Zaidi.

Langkah Azlan untuk meraih gelar juara tidak sepenuhnya mulus. Dia menemui beberapa kesulitan, termasuk saat mengalami cedera usai kecelakaan di Suzuka.

“Balapan tahun ini sangat berat, persaingan sangat ketat, saya sempat jatuh di Suzuka dan jari tangan saya patah. Tapi saya terus berusaha untuk bisa menjadi lebih baik. Untuk tahun depan saya akan berusaha lebih baik lagi,” ujar Azlan dalam konferensi pers Kawasaki Manual Tech di Jakarta, Senin (11/12).

Kedatangan pembalap berusia 33 tahun itu membuat komposisi tim Kawasaki Manual Tech lebih kuat. Di sisi lain, persaingan antar rekan setim juga berlangsung sengit antara Azlan dengan Yudhistira.

“Tahun ini Azlan datang dan Kawasaki Manual Tech punya Ahmad Yudhistira yang merupakan kandidat kuat juara. Di seri pembuka, Azlan tampil cemerlang membuka poin di Malaysia. Di Thailand juga dia tampil bagus, dapat double winner,” jelas Novel Faizal, Manajer tim Kawasaki Manual Tech.

Sepanjang musim balap berlangsung, Kawasaki Manual Tech membiarkan dua pembalapnya di SS600 bertarung, untuk mendapatkan hasil terbaik. “Tim kami punya komposisi bagus, ada pembalap Malaysia yang banyak pengalaman di level dunia. Kami tidak melakukan team order, kami berikan kebebasan mereka untuk melakukan yang terbaik,” tegas Novel.

Dari sisi teknis, Azlan disebut memiliki kemampuan adaptasi yang baik. Tim mekanik juga bekerja sangat bagus untuk mendapatkan setup motor yang diinginkan Azlan.

“Kami mempelajari data dari tim lama Azlan, kemudian compare dengan setup motor Yudhis. Saya ngobrolini setup sangat sebentar dengan Azlan. Dia sangat handal melakukan late braking, karena itu kami buat motornya bisa dipakai untuk extreme braking. Kendalanya, di beberapa sirkuit mesin bekerja enggak sesuai dengan yang kami harapkan,” terang Ibnu Sambodo, Owner tim Kawasaki Manual Tech.

Determinasi tinggi dan pengalaman Azlan menjadi teladan buat Yudhistira yang notabene lebih junior. Dia banyak belajar soal teknik balap dan kemampuan lain dari Azlan.

“Saya banyak belajar dari bang Azlan, dia punya teknik yang bagus. Di Suzuka dia sangat cepat, saya dapat banyak ilmu baru dari dia,” sebut Yudhis yang menuntaskan kejuaraan di posisi lima klasemen.