Teknik > Teknik Mobil > Tips >

Perawatan Aki Basah

Kapan Waktu Tepat Menambah Air Elektrolit Aki?

  • Kapan Waktu Tepat Menambah Air Elektrolit Aki?

    Batas Ketinggian Air Aki

  • Kapan Waktu Tepat Menambah Air Elektrolit Aki?

    Aki Massiv XP

Tangerang, OX - Saat ini, mobil-mobil memang umumnya sudah pakai aki kering, sob. Tapi yang masih mengaplikasi aki basah juga gak sedikit.  Keduanya, tentu punya plus-minus sendiri-sendiri. Selain dari segi harga, soal perawatan juga ada sedikit perbedaan. Nah, khusus baterai yang masih pakai cairan, tentu ada ritual rutin yang harus dilakukan. Salah satunya, kapan waktunya mengisi atau menambahkan cairan elektrolit aki?

Aki konvensional alias aki yang masih menggunakan air elektrolit memang masih banyak digunakan pada mobil-mobil generasi lama. Bahkan populasinya juga masih banyak di Indonesia. Makanya, produsen aki pun masih menyediakan accu jenis ini. Sebutlah PT Wacana Prima Sentosa, lewat brand Massiv tetap konsisten memproduksi aki basah untuk berbagai kendaraan, di antaranya ada Massiv Ultra dan Massiv XP. “Permintaan aki basah seperti Massiv XP ini, masih sangat tinggi. Tak cuma untuk kendaraan pribadi, tapi juga untuk kebutuhan transportasi atau niaga,” bilang Eron Edwin, Regional Manager PT Wacana Prima Sentosa, pengagen aki Massiv di Indonesia.

Masih menurut Eron, aki basah Massiv, selain sudah mengadopsi teknologi terkini, dari segi harga juga sangat terjangkau, yakni berkisar di angka Rp 400 ribuan hingga Rp 2 jutaan. Tergantung jenis dan tipe kendaraan.  Cuma ya itu, aki model begini memang perlu perawatan rutin. Paling utama mengecek kondisinya, baik fisik, voltase dan air elektrolitnya. “Agar tetap prima, stabil menyuplai arus, air elektrolit harus rajin dicek,” tambahnya.

Lalu kapan waktu yang tepat mengecek air aki? “Memang tidak ada patokan baku. Tapi mengecek air aki ini bisa dijadikan aktivitas bulanan sembari ngecek komponen lain. Terutama saat kita ngoprek-ngoprek mobil, sob! Toh, pada aki Massiv XP kan sudah ada fitur cat eye, yakni ada lubang intip untuk mengecek kondisi aki. Selain itu juga kapasitas air elektrolik bisa dilihat pada dinding aki, apakah sudah turun di bawah batas low atau masih di atas garis,” terang pria ramah ini.

Jika air sudah berkurang, sebaiknya ditambahkan. Karena kalau tidak, akan mengganggu proses pengisian arus pada aki. Ujung-ujungnya, akan bikin aki sering ngedrop atau tekor dan berbuntut rusak. Alhasil, komponen kelistrikan gak berfungsi normal dan mobil gak bisa distarter. “Pada dasarnya, air aki emang bakal menyusut sedikit demi sedikit. Makanya harus rajin dicek ya sob, biar aki awet dan mobil bisa distarter kapan pun,” tutup pria berkacamata ini.

 

 

 

 

 

Leave Comment

(Required)