Teknik >

Tes Drive Mitsubishi Outlander PHEV

Fitur Regenerative, Sebagai Engine Braking Dan Bantu Pengisian Baterry

  • Fitur Regenerative, Sebagai Engine Braking Dan Bantu Pengisian Baterry
  • Fitur Regenerative, Sebagai Engine Braking Dan Bantu Pengisian Baterry
  • Fitur Regenerative, Sebagai Engine Braking Dan Bantu Pengisian Baterry
  • Fitur Regenerative, Sebagai Engine Braking Dan Bantu Pengisian Baterry
Bali, OX. Berbagai fitur yang cukup berbeda di sematkan oleh Mitsubishi Motor pada kendaraan hybrid listriknya Mitsubishi Outlander PHEV untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara, mulai dari teknologi sumber tenaga, drive train hingga fitur safety serta penunjang lainya. Dalam mengendarai Outlander PHEV tak jauh berbeda dengan mengendari mobil dengan transmisi matic lainya, namun beberapa hal yang harus di perhatikan agar lancar selama berkendara. Salah satunya adalah alur dari tuas perpindahan option netral (N), parkir (P), dynamic (D) dan regeneration (B), dimana untuk N, P dan D bisa dibilang sama dengan kendaraan bertransmisi matik lainya. Namun yang menarik adalah fungsi dari B yang merupakan fitur dengan dua fungsi penting, baik dalam menghasilkan energy listrik serta menahan laju kendaraan dan fitur ini juga yang dapat di kontrol level fungsionalnya dari switch yang berada di bagian bawah setir. Dalam menahan laju kendaraan, fitur regeneration yang disimbolkan dengan B ini bekerja seperti engine braking pada kendaraan konvensional atau berbahan bakar minyak sebagai dan dapat di control tingkat pengeremanya pada switch yang terdapat di belakang setir. Tingkat pengereman dapat di lakukan sebanyak lima tingkat mulai dari B0, B1, B2, B3, B4 dan B5, dimana semakin tingga angkanya maka semakit kuat kemempuanya dalam menahan laju kendaraan. Selain untuk menahan laju kendara, saat fitur ini aktif juga berfungsi melakukan pengisian daya terhadap battery, jadi tidak hanya dari mesin namun dari roda-pun Outlander PHEV dapat melakukan pengisian daya. Sedangkan untuk mengaktifkan fitur tinggal mengerakan switch yang terdapat di belakang setir, begitu aktif tanda D pada cluster control akan berubah menjadi huruf B-0, kemudian gerakan kembali swicht sebelah kiri atau kanan untuk menaikan dan menurunkan besarnya tahanan yang akan gunakan untuk mengurangi laju kendaraan sesuai dengan kebutuhan.

Leave Comment

(Required)