JAKARTA, OTOMOTIFXTRA.COM -- Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengadakan latihan bersama drifting di Pertamina Mandalika International Circuit sebagai bagian dari pembinaan talenta lokal Lombok.
Kegiatan yang melibatkan Lombok Drift Community ini berlangsung di area paddock belakang sirkuit pada Minggu (15/2/2026) sekaligus menjadi wadah latihan resmi bagi para drifter daerah agar dapat berlatih dengan aman serta terarah.
Latihan drifting di Sirkuit Mandalika ini diikuti sedikitnya 10 mobil yang seluruhnya dikendarai drifter lokal Lombok.
Selain itu, MGPA juga membuka ruang bagi pemula maupun drifter yang sudah aktif untuk mengasah kemampuan.
BACA JUGA:Kalender Pameran Otomotif Gaikindo 2026: GIICOMVEC Siap Digeber di JIExpo Kemayoran April Ini!
Masyarakat umum juga diperbolehkan datang secara gratis untuk menyaksikan langsung sesi latihan, sekaligus mengenal lebih dekat dunia drifting yang kini semakin berkembang di Indonesia.
Manager Motorsport MGPA, Denny Pribadi, mengatakan kegiatan ini tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga edukasi.
Ia menyebut siapa pun yang tertarik dapat hadir, baik untuk berdiskusi, belajar teknik dasar drifting, maupun membawa mobil sendiri untuk berlatih.
"Kegiatan ini kami adakan kembali sebagai wadah latihan, edukasi, dan pembelajaran. Masyarakat yang ingin belajar dapat datang dengan membawa mobil sendiri atau sekadar hadir untuk berdiskusi dan mengenal dunia drifting,” ujarnya.
BACA JUGA:Penjualan Mobil Nasional Januari 2026 Naik 7 Persen, Toyota Innova Memimpin
Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menegaskan bahwa latihan drifting ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem motorsport yang inklusif dan berkelanjutan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Ia ingin Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah ajang balap internasional, tetapi juga sebagai pusat pembinaan pembalap dan drifter lokal.
“Kami ingin Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah ajang internasional, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan pertumbuhan talenta lokal. Sirkuit ini harus hidup setiap hari, menjadi ruang belajar, ruang berproses, dan ruang tumbuh bagi komunitas motorsport di daerah,” katanya.
Priandhi menilai drifting memiliki potensi besar karena dekat dengan budaya otomotif anak muda.
BACA JUGA:Borong Tiga Penghargaan di IIMS 2026, Chery Buktikan Dominasi SUV Cerdas di Indonesia