Xiaomi menyebut penurunan margin itu dipengaruhi beberapa faktor. Mulai dari subsidi pajak kendaraan, turunnya kontribusi SU7 Ultra yang punya margin lebih tinggi, sampai biaya komponen inti kendaraan listrik yang makin mahal.
Alhasil, bisnis mobil listrik Xiaomi saat ini masih fokus mengejar pertumbuhan pasar meski profitabilitasnya belum benar-benar stabil.