OTOMOTIFXTRA.COM -- Banyak pemilik kendaraan yang tergoda menggunakan BBM dengan nilai oktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan demi menghemat pengeluaran.
Sekilas memang terlihat lebih ekonomis karena harga per liter lebih murah. Namun, kebiasaan ini justru bisa memicu berbagai masalah pada mesin dan berujung pada biaya perbaikan yang jauh lebih besar.
Penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi mesin bukan hanya berdampak pada performa kendaraan, tetapi juga dapat mempercepat kerusakan sejumlah komponen penting.
Bahkan dalam kondisi tertentu, kerusakan yang terjadi bisa cukup parah hingga mengharuskan mesin dibongkar atau turun mesin.
Lalu apa saja risiko yang mengintai jika kendaraan terus-menerus mengonsumsi bensin dengan oktan yang tidak sesuai?
BACA JUGA:Geely EX2 Facelift Resmi Meluncur: Jarak Tempuh Makin Jauh, Fitur Lebih Mewah
1. Mesin Ngelitik
Salah satu gejala paling sering muncul adalah mesin knocking atau yang biasa disebut ngelitik.
Kondisi ini terjadi karena bahan bakar terbakar sebelum waktunya akibat nilai oktan yang tidak mampu menahan tekanan tinggi di ruang bakar. Akibatnya muncul suara ketukan dari dalam mesin yang cukup mengganggu.
Jika hanya sesekali mungkin belum terasa dampaknya. Namun bila terus terjadi dalam jangka panjang, knocking dapat mempercepat keausan komponen internal seperti piston, connecting rod, hingga dinding silinder.
Bukan cuma mengurangi kenyamanan berkendara, kerusakan yang ditimbulkan juga bisa menguras kantong.
BACA JUGA:Mitsubishi Pajero Generasi Baru Siap Meluncur Tahun Ini, Ini Bocoran Speknya
2. Injektor Kotor Bikin Mesin Susah Hidup
Masalah selanjutnya bisa muncul pada sistem bahan bakar, khususnya injektor.
BBM dengan kualitas kurang baik berpotensi membawa kotoran atau endapan yang lama-kelamaan menumpuk di lubang injektor. Ketika aliran bahan bakar terganggu, proses pengkabutan menjadi tidak sempurna.
Gejalanya cukup mudah dikenali. Mesin terasa brebet, respons gas melambat, hingga sulit dinyalakan saat kondisi dingin.
Dalam kasus yang lebih parah, kendaraan bahkan bisa mogok karena suplai bahan bakar ke ruang bakar tidak berjalan normal.