BACA JUGA:Gandeng CATL, Toyota Indonesia Bidik Produksi Baterai dari Nol di Dalam Negeri
Ubahan ini dilakukan untuk mengoptimalkan distribusi torsi ke roda belakang saat mobil melaju lurus, sekaligus meningkatkan kestabilan ketika masuk dan keluar tikungan.
Menariknya, Toyota juga membawa pengalaman dari mobil balap GR Corolla bermesin pembakaran hidrogen di ajang Super Taikyu.
Teknologi tersebut memang berbeda dari sistem fuel cell, namun memberikan banyak masukan dalam pengembangan mesin GRMN Corolla terbaru.
Hasilnya, Toyota berhasil menambah torsi sebesar 7 lb-ft atau sekitar 9,5 Nm. Kini, torsi puncaknya mencapai 302 lb-ft atau sekitar 409 Nm.
Peningkatan torsi tersebut terasa pada rentang 4.000 sampai 4.600 rpm. Menurut Toyota, area putaran mesin ini penting karena berpengaruh pada akselerasi saat mobil keluar dari tikungan.
Untuk transmisinya, Toyota hanya menyediakan pilihan manual 6-percepatan. Mobil ini juga dibekali sistem penyemprot intercooler baru untuk membantu menjaga suhu mesin tetap stabil saat dipakai melibas trek dalam beberapa putaran.
Interior Toyota GRMN Corolla 2026 --Toyota
BACA JUGA:Isuzu-Toyota Siapkan Truk Niaga Ringan Berteknologi Hidrogen, Meluncur 2027?
Demi mengejar bobot lebih ringan, Toyota mencopot jok belakang seperti pada GR Corolla Morizo Edition.
Langkah ini membantu memangkas bobot mobil hingga sekitar 66 pon atau kurang lebih 30 kilogram.
Masuk ke kabin, Toyota GRMN Corolla 2026 mendapat jok sport khusus GRMN. Jok tersebut dibalut material suede hitam dan merah, serta kulit sintetis.
Logo GRMN disulam pada bagian sandaran kepala. Sementara trim dasbor dan pilar depan memakai lapisan logam yang dipoles untuk membantu mengurangi pantulan cahaya.
Nuansa sporty makin terasa berkat trim serat karbon di dasbor, aksen merah, serta logo khas Morizo yang melengkapi tampilan interior.
Toyota GRMN Corolla 2026 akan dirakit di Jepang. Mobil ini rencananya dipasarkan di Jepang, Australia, dan Amerika Utara.
Sayang, detail spesifikasi lengkap serta harga resminya belum diumumkan. Melihat posisinya sebagai model performa khusus, besar kemungkinan hot hatch tersebut akan diproduksi secara terbatas.