Saat roda berbelok, komponen Constant Velocity Joint (CV Joint) atau as roda dalam posisi menekuk dan tegang. Jika dibiarkan berjam-jam atau berhari-hari, karet boot CV joint bisa robek, pelumasnya bocor, dan debu masuk. Begitu as roda macet atau oblak, putaran dari transmisi ke roda bakal pincang. Beban puntir yang gak seimbang ini lama-kelamaan bakal merembet dan merusak *output shaft* dari transmisi itu sendiri.
BACA JUGA:Suzuki Ingatkan Pentingnya Perawatan Rack Steer, Jangan Tunggu Setir Mobil Terasa Oblak!
Kesimpulan
Nah, sekarang Sobat udah tahu kan kalau hal-hal kecil di atas bisa berdampak besar? Merawat transmisi itu sebenarnya gak melulu soal rajin ganti oli matic atau oli gardan tepat waktu. Mengubah habit atau kebiasaan buruk saat parkir justru jadi langkah preventif yang paling murah dan efektif.
Mulai hari ini, yuk lebih sabar sedikit pas markirin mobil. Pastikan mobil berhenti total, gunakan rem tangan dengan benar, dan luruskan setir sebelum mematikan mesin. Transmisi awet, hati tenang, dan pastinya Sobat gak perlu pusing mikirin biaya servis yang nilainya bisa jutaan rupiah. Stay safe di jalan dan saat parkir, Sob!