OTOMOTIFXTRA.COM -- Honda selama ini dikenal sebagai salah satu merek mobil Jepang yang punya tempat kuat di hati konsumen Indonesia. Nama besarnya sudah melekat lewat deretan produk populer, mulai dari mobil keluarga, SUV, sampai hatchback perkotaan.
Namun, situasi pasar dalam beberapa waktu terakhir mulai berubah. Persaingan makin padat, pilihan mobil semakin beragam, dan konsumen kini punya pertimbangan yang jauh lebih kritis sebelum membeli kendaraan baru.
Kondisi tersebut ikut terasa pada performa penjualan Honda di Indonesia. Data terbaru menunjukkan, penjualan Honda mengalami tekanan cukup besar sepanjang awal 2026, baik dari sisi distribusi ke dealer maupun penjualan langsung ke konsumen.
BACA JUGA:Honda Racing Indonesia Sapu Bersih Podium di MFoS 2026 Mandalika
Penjualan Honda Melorot di Awal 2026
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, penjualan wholesales Honda sepanjang Januari hingga April 2026 tercatat sebanyak 15.893 unit.
Angka ini turun 37,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Saat itu, Honda masih mampu mencatat distribusi dari pabrik ke dealer sebanyak 25.336 unit.
Sementara dari sisi retail sales, penjualan Honda dari dealer ke konsumen hanya mencapai 16.516 unit pada empat bulan pertama 2026. Jumlah tersebut turun 43,5 persen dibandingkan Januari hingga April 2025 yang berada di angka 29.215 unit.
Dengan kata lain, pelemahan Honda bukan hanya terlihat di level stok atau pengiriman ke dealer. Minat beli konsumen juga ikut melambat.
Tren penurunan ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak tahun lalu. Sepanjang 2025, penjualan retail Honda berada di kisaran 71.233 unit. Capaian itu turun sekitar 30 persen dibandingkan tahun 2024 yang masih menembus lebih dari 103 ribu unit.
BACA JUGA:AHASS Jakarta-Tangerang Tebar Promo SEJIWA, Servis Matic Honda Jadi Makin Terjangkau!
Gempuran Merek Baru
Salah satu faktor yang membuat persaingan semakin ketat adalah agresivitas merek-merek baru, terutama dari China.
Nama seperti BYD, Chery, Jaecoo, dan berbagai merek elektrifikasi lain mulai makin sering terlihat di pasar Indonesia. Mereka hadir membawa produk dengan desain modern, fitur melimpah, teknologi baru, serta harga yang cukup menggoda.
Kondisi ini jelas menjadi tantangan besar bagi merek Jepang, termasuk Honda. Konsumen kini tidak hanya melihat reputasi merek, tetapi juga membandingkan fitur, harga, efisiensi, teknologi, hingga biaya kepemilikan.
Apalagi tren mobil listrik dan hybrid juga semakin berkembang. Pasar yang dulu relatif mudah dibaca, kini bergerak jauh lebih cepat.