Perkuat Kerja Sama Otomotif Asia Tenggara, GAIKINDO Serahkan Kepemimpinan ASEAN Automotive Federation

Senin 03-08-2026,09:30 WIB
Reporter : Ilyasa Fajrin
Editor : Alvin Septian

JAKARTA, OTOMOTIFXTRA.COM -- ASEAN Automotive Federation (AAF) resmi melakukan pergantian kepemimpinan untuk periode 2026–2028 dari GAIKINDO kepada Malaysian Automotive Association (MAA).

Serah terima tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama industri otomotif Asia Tenggara.

Sebelumnya, kepemimpinan AAF periode 2022–2025 berada di bawah GAIKINDO dari Indonesia.

Melalui pergantian ini, MAA akan melanjutkan berbagai program serta menentukan arah baru industri otomotif kawasan ASEAN.

Kepemimpinan baru AAF di bawah MAA tetap berkomitmen menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah utama industri otomotif Asia Tenggara.

AAF juga akan menjalankan peran sebagai penghubung antara sektor swasta, pemerintah, dan Sekretariat ASEAN.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyampaikan pentingnya proses transisi kepemimpinan tersebut.

Menurutnya, pergantian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan industri otomotif antarnegara ASEAN.

BACA JUGA:Promo XPENG di GIIAS 2026 Bikin Ngiler! G6 Pro Bunga 0 Persen, New X9 Dapat Cicilan Ringan

“Selama dua tahun terakhir, kepemimpinan Indonesia berfokus pada penguatan rantai nilai, percepatan transisi menuju kendaraan energi baru yang ramah lingkungan, serta peningkatan dialog kebijakan antarnegara,” ujar Anton.

Ia menjelaskan bahwa penyerahan kepemimpinan kepada Malaysia bukan menjadi akhir dari kerja sama.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi awal hubungan yang lebih kuat untuk menciptakan industri otomotif kawasan yang kompetitif.

“Penyerahan kepemimpinan kepada Malaysia ini bukanlah akhir, melainkan awal dari hubungan yang lebih kuat antara Indonesia, Malaysia, dan seluruh negara ASEAN,” lanjut Anton.

Pada periode 2026–2028, AAF akan menjalankan beberapa agenda strategis untuk mendukung perkembangan industri otomotif.

Fokus tersebut mencakup penyelarasan kebijakan, penguatan kerja sama, hingga penyampaian aspirasi industri.

Kategori :