OTOMOTIFXTRA.COM -- Mazda CX-30 menjadi model pertama Mazda yang dirakit lokal dengan status Completely Knocked Down (CKD). Meski begitu, Mazda memastikan proses produksi di Tanah Air tidak membuat kualitas dan karakter CX-30 berubah.
PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia memperkenalkan The New Mazda CX-30 rakitan Indonesia di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Langkah tersebut sekaligus menjadi babak baru bagi Mazda di Indonesia. Bukan sekadar mengejar harga yang lebih kompetitif, perakitan lokal CX-30 dilakukan dengan tetap mengacu pada Mazda Global Manufacturing Standards.
Bukan Cuma Pindah Lokasi Produksi
Mazda menegaskan bahwa lokasi perakitan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas sebuah mobil.
Justru standar manufaktur, proses pengerjaan, hingga pemeriksaan akhir menjadi bagian penting yang menentukan hasil akhirnya.
Karena itu, setiap unit The New Mazda CX-30 yang diproduksi di Indonesia menjalani proses manufaktur yang mengikuti standar global Mazda.
Mulai dari proses perakitan hingga pemeriksaan kualitas dilakukan secara ketat di setiap tahap.
BACA JUGA:Mazda Indonesia Perkenalkan Oli Mesin Generasi Terbaru di GIIAS 2026, Ini Keunggulannya
Dengan cara ini, Mazda ingin memastikan CX-30 versi Indonesia tetap memiliki rasa berkendara, kualitas pengerjaan, serta karakter yang sama seperti model Mazda yang dipasarkan di berbagai negara.
Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, mengatakan CX-30 rakitan Indonesia dibangun berdasarkan tiga prinsip utama.
"Setiap unit The New Mazda CX-30 dibangun berdasarkan tiga pilar utama, yaitu Same Craftsmanship, Same Engineering, dan Same Driving DNA, yang didukung dengan proses Strict Quality Inspection di setiap tahapan produksi," katanya.
"Dengan demikian, pelanggan akan merasakan kualitas, karakter berkendara, dan pengalaman premium yang sama seperti Mazda di seluruh dunia,” lanjutnya.
Kualitas Premium Tetap Dipertahankan
Perubahan status dari kendaraan impor menjadi rakitan lokal juga tidak membuat Mazda menghilangkan karakter premium yang selama ini melekat pada CX-30.
SUV kompak ini masih mengandalkan filosofi desain KODO yang menjadi ciri khas Mazda. Desain bodinya dibuat dengan proporsi yang dinamis dan permainan lekukan yang memanfaatkan efek cahaya serta bayangan.
Kemudian detail lampu depan dan belakang juga dirancang dengan pendekatan yang presisi untuk memperkuat kesan premium.