Hino Perkuat Produksi Dalam Negeri, TKDN Tembus 71,75 Persen

Senin 10-08-2026,15:30 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

OTOMOTIFXTRA.COM -- PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) resmi menerima pembaruan Sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mengacu pada aturan terbaru Kementerian Perindustrian.

Pembaruan tersebut menjadi salah satu langkah Hino untuk meningkatkan pemanfaatan komponen lokal sekaligus memperkuat rantai pasok industri otomotif di Tanah Air.

TKDN Hino Capai 71,75 Persen

Berdasarkan pembaruan sertifikat, sebanyak 10 model kendaraan Hino yang diproduksi di Indonesia kini telah memiliki nilai TKDN mencapai 71,75 persen.

Pembaruan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Tata Cara Perhitungan TKDN.

Secara keseluruhan, Hino saat ini memiliki 46 model kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 31 model sudah mengantongi sertifikat TKDN.

Sementara 10 model di antaranya telah diperbarui sertifikatnya mengikuti aturan terbaru. Adapun model lainnya akan menjalani proses pembaruan secara bertahap.

Sertifikat TKDN tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Pusat P3DN Kementerian Perindustrian, Kris Sasono Ngudi Wibowo, kepada Plant Manager PT HMMI, Repelita Ginting.

BACA JUGA:Hino Pamer Truk Pemadam Kebakaran di GIIAS 2026, Begini Spesifikasinya

Bukan Sekadar Angka TKDN

Buat industri otomotif, angka TKDN bukan sekadar angka di atas kertas. Semakin tinggi kandungan lokal yang digunakan, semakin besar pula peluang industri komponen dalam negeri ikut berkembang.

Hal ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja serta keberlangsungan rantai pasok otomotif nasional.

Plant Manager PT HMMI, Repelita Ginting mengatakan, pembaruan sertifikat TKDN menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Hino dalam meningkatkan kontribusinya terhadap industri manufaktur Indonesia.

"Semakin tinggi penggunaan komponen dalam negeri, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh industri pendukung, tenaga kerja lokal, dan ekosistem otomotif nasional. Pada akhirnya, pelanggan juga memperoleh produk yang diproduksi di Indonesia dengan standar kualitas global," katanya.

BACA JUGA:Hino Bus RM 280 ABS Retarder Mejeng di GIIAS 2026, Siap Jadi Primadona Baru Bus Pariwisata!

Produksi Hino di Indonesia Tembus 651.995 Unit

Komitmen Hino terhadap manufaktur lokal sebenarnya bukan hal baru. Sejak memulai kegiatan produksi di Indonesia hingga Juli 2026, Hino telah memproduksi lebih dari 651.995 unit kendaraan niaga.

Deretan kendaraan tersebut digunakan untuk mendukung berbagai sektor usaha, mulai dari logistik, transportasi publik, konstruksi, pertambangan hingga perkebunan.

Kategori :