Farizon V8E Mulai Dirakit Lokal di Purwakarta, Jadi Pijakan Baru Kendaraan Komersial Listrik Indonesia

Senin 17-08-2026,22:31 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

OTOMOTIFXTRA.COM -- Pasar kendaraan komersial listrik di Indonesia kedatangan pemain baru yang mulai tancap gas dari sisi produksi. Farizon New Energy Commercial Vehicle Group kini resmi memulai perakitan kendaraan energi baru di dalam negeri melalui fasilitas produksi di Purwakarta, Jawa Barat.

Momen ini ditandai dengan keluarnya unit pertama Farizon V8E dari lini produksi. Fasilitas tersebut merupakan hasil kerja sama Farizon dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM) dan menjadi pabrik knock-down (KD) pertama Farizon di luar China.

Langkah ini sekaligus menunjukkan keseriusan Farizon dalam membangun bisnis kendaraan komersial listrik di Indonesia, bukan sekadar mengandalkan produk impor.

V8E Jadi Langkah Awal Produksi Lokal

Farizon V8E menjadi model pertama yang diproduksi melalui fasilitas KD di Purwakarta.

Untuk varian V8E Cargo Van, harga yang ditawarkan mencapai Rp425 juta. Banderol tersebut sudah berlaku untuk kendaraan yang diproduksi menggunakan skema Completely Knocked Down (CKD).

Produksi lokal dinilai bisa memberikan keuntungan bagi Farizon dalam menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Kendaraan komersial memiliki karakter penggunaan yang berbeda dengan mobil penumpang. Faktor seperti rute operasional, kebutuhan angkut, kondisi jalan, hingga efisiensi biaya tentu menjadi pertimbangan penting bagi pelaku usaha.

BACA JUGA:Formula IDN Resmi Digelar di Mandalika, Jadi Jalan Baru Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Kapasitas HIM Capai 88.000 Unit per Tahun

Fasilitas produksi Farizon di Purwakarta memanfaatkan kemampuan manufaktur PT Handal Indonesia Motor.

President Director HIM, Denny Siregar, mengatakan kapasitas produksi perusahaan saat ini mencapai sekitar 88.000 unit per tahun, termasuk fasilitas yang berada di Bekasi.

Tak hanya soal produksi kendaraan, fasilitas HIM juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini terdapat sekitar 1.800 tenaga kerja yang terserap.

Denny juga membuka peluang lebih luas untuk pengembangan industri otomotif nasional.

"Kami sangat terbuka untuk produksi mobil nasional," ujar Denny.

Menurutnya, kapasitas pabrik dan sumber daya manusia yang telah tersedia dapat menjadi modal untuk mendukung berbagai peluang baru di industri otomotif Indonesia.

Di samping itu, CEO Farizon New Energy Commercial Vehicle Group, Fan Xianjun atau Mike Fan, mengatakan produksi unit pertama di Indonesia menjadi awal dari pengembangan ekosistem kendaraan komersial energi baru.

Kategori :