OTOMOTIFXTRA.COM -- Bukan cuma satu, belasan raksasa otomotif di China mengajukan recall alias penarikan kembali unit kendaraan secara besar-besaran. Termasuk merek-merek ternama seperti Tesla, BYD, Geely, Xiaomi, Xpeng, sampai Leapmotor.
Usut punya usut, aksi penarikan massal ini dipicu oleh masalah yang terkesan sepele tapi dampaknya fatal banget, yakni gagang pintu mekanis darurat di dalam kabin yang susah dikenali.
Seperti yang Sobat tau, banyak mobil listrik modern jaman sekarang yang mengusung desain interior serba minimalis dan futuristik. Sayangnya, gagang pintu mekanis darurat (emergency release) di bagian dalam kabin sering kali dibuat senada alias menyatu dengan warna trim interior.
Efeknya, saat terjadi situasi darurat—misalnya kecelakaan yang membuat sistem kelistrikan atau tegangan rendah (low voltage) mobil mati total—penumpang dan pengemudi bakal kebingungan mencari tuas mekanis tersebut.
Isu ini makin menyita perhatian publik setelah insiden tragis yang melibatkan sedan listrik Xiaomi SU7. Dalam kecelakaan tersebut, tiga orang mahasiswa dilaporkan terjebak dan tidak selamat karena gagal menemukan tuas darurat yang tersembunyi di dalam kompartemen penyimpanan pintu saat mobil mulai terbakar.
BACA JUGA:SPK Toyota di GIIAS 2026 Tembus 6.175 Unit, Innova Zenix Hybrid Laku Segini
Aturan Keselamatan Diperketat, Tesla Paling Apes
Menanggapi hal ini, State Administration for Market Regulation (SAMR) China langsung bergerak cepat bersama Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok. Pemerintah setempat menerbitkan aturan baru terkait standar keselamatan gagang pintu kendaraan.
Nantinya, per Januari 2027, seluruh mobil wajib memiliki gagang pintu luar mekanis, serta gagang pintu dalam yang jelas, mudah dilihat, dan posisinya tak boleh lebih dari 300 mm dari tepi pintu. Meski aturan resminya baru berlaku 2027, SAMR sudah menginstruksikan para produsen untuk melakukan penarikan darurat sekarang juga.
Dari puluhan merek yang kena dampak, Tesla jadi pabrikan yang paling apes. Pabrikan besutan Elon Musk ini harus menarik hampir 3 juta unit kendaraan di China.
Berikut rincian beberapa merek dan jumlah unit yang terdampak recall massal ini:
- Tesla: 2.975.910 unit (Model 3 & Model X lokal) + 46.041 unit (Model 3, X, S impor)
- Leapmotor: 371.200 unit (Sedan C01 & Crossover C11)
- Xiaomi: 390.435 unit (SU7 rakitan 2024)
- Xpeng: 264.842 unit (G6, P7+, dan X9)
- Zeekr: 92.658 unit (Sedan 007 & Crossover X)
- Lynk & Co: 74.037 unit (Crossover 900 & 08, Sedan 10 EM-P & 07)
- Chery: 64.488 unit (iCar 03 & Fulwin X3)
- Dongfeng: 53.452 unit (Nammi 06, Aeolus L8, eπ 007 & 008)
- BAIC BluePark: 46.860 unit (ArcFox Kaola)
- Geely: 18.878 unit (SUV Galaxy M9)
- FAW Hongqi: 4.035 unit (EH7 & Tiangong 08)
- Genesis: 9 unit (G80 impor)
BACA JUGA:Defender Vertex Dapat Penyegaran, Ini Ubahannya
Lantas, apa langkah perbaikan yang diberikan oleh para pabrikan?
Untuk mengatasi masalah visual ini, para pabrikan akan menempelkan label peringatan khusus secara gratis di area gagang pintu mekanis darurat agar mudah terlihat mata.
Selain stiker fisik, mayoritas mobil yang terdampak juga akan mendapatkan pembaruan perangkat lunak secara nirkabel alias Over-The-Air (OTA).
Update sistem ini dirancang agar kaca jendela mobil bisa otomatis turun secara mandiri saat sensor mendeteksi terjadinya kecelakaan berat. Langkah ini diharapkan bisa mempermudah proses evakuasi penumpang jika pintu fisik tetap sulit dibuka.