Nah, salah satu pemicu utama lonjakan harga minyak adalah terganggunya aktivitas di Selat Hormuz.
Jalur laut yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut punya peran sangat penting dalam perdagangan minyak dunia.
Sekitar seperlima pasokan minyak global biasanya melewati jalur tersebut.
BACA JUGA:Abu Vulkanik Nempel di Mobil Jangan Langsung Digosok, Ini Risiko yang Bisa Terjadi pada Cat
Setelah serangan rudal AS dan Israel, Iran merespons dengan secara efektif menutup Selat Hormuz. Gangguan tersebut langsung menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan minyak dunia.
Situasi diperparah dengan kerusakan sejumlah kilang minyak di Timur Tengah akibat serangan rudal.
Selain itu, faktor lain yang membuat harga bahan bakar semakin sulit ditekan adalah perang Rusia dan Ukraina.
Serangan Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak Rusia dilaporkan mengganggu produksi bahan bakar olahan.
Rusia kemudian menutup ekspor bahan bakar olahan hingga akhir September. Kondisi ini membuat pasokan diesel global semakin terbatas.
Dengan kebutuhan bahan bakar yang tetap tinggi sementara pasokan terganggu, harga pun terus mendapatkan tekanan