Abu Vulkanik dan Debu Tebal Bikin Jalan Berisiko, Ini 5 Hal yang Wajib Dilakukan Pengguna Mobil

Selasa 08-09-2026,16:02 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

OTOMOTIFXTRA.COM -- Sobat, kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik yang berubah-ubah bisa menjadi tantangan tersendiri buat pengguna kendaraan. Bukan cuma soal jarak pandang yang menurun, abu vulkanik dan debu juga bisa memengaruhi kondisi kendaraan serta udara di dalam kabin.

Karena itu, persiapan sebelum berkendara jadi hal penting, terutama bagi pengendara yang memang harus melintasi wilayah dengan paparan debu atau abu vulkanik cukup tinggi.

GAC Indonesia mengingatkan pengguna kendaraan untuk tidak hanya memperhatikan kondisi mobil, tetapi juga memastikan perjalanan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan.

Jangan Nekat Kalau Kondisi Sudah Tidak Aman

Sebelum berangkat, pengemudi sebaiknya memantau informasi mengenai cuaca, aktivitas vulkanik, hingga kondisi jalan dari pihak berwenang.

Kalau wilayah yang akan dilewati dinyatakan berbahaya atau jarak pandang sudah sangat terbatas, menunda perjalanan merupakan pilihan paling aman.

Namun, jika perjalanan tetap harus dilakukan, gaya berkendara juga perlu disesuaikan. Jangan memaksakan kecepatan hanya karena kondisi jalan terlihat kosong.

Kurangi kecepatan, jaga jarak dengan kendaraan di depan dan tingkatkan kewaspadaan. Abu vulkanik maupun debu yang beterbangan dapat membuat pandangan pengemudi terganggu sehingga potensi bahaya di depan lebih sulit terlihat.

BACA JUGA:Abu Vulkanik Nempel di Mobil Jangan Langsung Digosok, Ini Risiko yang Bisa Terjadi pada Cat

Kabin Mobil Juga Perlu Diperhatikan

Selain kondisi jalan, kualitas udara di dalam kabin jangan sampai luput dari perhatian.

Ketika konsentrasi debu atau abu di luar kendaraan meningkat, pengaturan sirkulasi udara bisa disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Tujuannya untuk membantu mengurangi masuknya udara luar secara berlebihan ke dalam kabin.

Kondisi filter kabin dan sistem AC juga sebaiknya diperiksa secara berkala. Filter yang sudah kotor tentu bisa membuat kinerja sistem sirkulasi udara kurang optimal.

Pada kendaraan AION, GAC membekali beberapa produknya dengan PM2.5 Cabin Filter. Fitur ini dirancang untuk membantu menyaring partikel halus sebelum udara bersirkulasi di dalam kabin.

PM2.5 sendiri merupakan istilah untuk partikel berukuran hingga 2,5 mikrometer. Partikel tersebut bisa berasal dari debu halus, asap kendaraan, maupun material lain yang berada di udara.

Kehadiran filter tersebut menjadi salah satu fitur pendukung untuk menjaga kualitas udara kabin, terutama ketika mobil digunakan di lingkungan dengan tingkat partikulat yang lebih tinggi.

Meski begitu, Bradsis jangan langsung merasa aman hanya karena mobil memiliki sistem filtrasi udara. Fitur kendaraan tetap bukan pengganti langkah keselamatan, apalagi ketika kondisi lingkungan sudah tidak layak untuk dilalui.

Kategori :