SMK Katolik Sint Joseph Naik Grade A+, WMS Perkuat Pendidikan Vokasi Berbasis Industri

Sabtu 05-09-2026,11:02 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

OTOMOTIFXTRA.COM -- Pendidikan vokasi tak cukup hanya mengandalkan teori di ruang kelas. Siswa juga perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri agar lebih siap saat terjun ke dunia kerja.

Hal inilah yang terus didorong PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang, melalui program pembinaan sekolah vokasi.

Lewat Satu Hati Education Program (SHEP), WMS berupaya memperkuat hubungan antara sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Saat ini, tercatat ada 56 SMK Binaan yang berada dalam jaringan pembinaan WMS.

Salah satu sekolah yang menunjukkan hasil positif dari program tersebut adalah SMK Katolik Sint Joseph. Pada Jumat (4/9), sekolah tersebut resmi naik tingkat menjadi Grade A+ dalam pembinaan TSM Honda.

BACA JUGA:Gas Tipis-Tipis Keliling Ibu Kota, WMS Ajak Komunitas Nikmati Keseruan Night Ride di Event Stylo Sound Ride

Apa Saja yang Dinilai?

Ada berbagai aspek yang harus dipenuhi dan dijalankan secara konsisten oleh sekolah untuk meraih Predikat Grade A+.

Mulai dari penerapan kurikulum TSM Honda, kompetensi guru, hingga kelengkapan sarana praktik menjadi bagian yang diperhatikan. Guru juga dituntut aktif mengikuti training dan memenuhi kompetensi yang telah ditentukan.

Sementara dari sisi fasilitas, sekolah harus memiliki tools, unit praktik, serta berbagai fasilitas pendukung yang layak dan digunakan secara optimal dalam proses belajar.

Tak kalah penting, kompetensi siswa juga menjadi salah satu perhatian. Prestasi yang diraih siswa diharapkan tak hanya berkutat pada bidang akademis, tetapi juga memiliki kaitan dengan kompetensi yang dibutuhkan industri.

Administrasi serta pencatatan program pembinaan pun harus tertata. Dengan begitu, seluruh proses bisa dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan.

Sekolah juga dituntut aktif mengikuti berbagai kegiatan yang digelar WMS maupun PT Astra Honda Motor (AHM), mulai dari edukasi, kompetisi, training, hingga program pembinaan lainnya.

Hubungan dengan industri ikut menjadi faktor penting. Sinergi dengan jaringan AHASS serta peluang penyerapan lulusan menjadi bagian dari upaya membuat pendidikan vokasi semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

“Grade A+ bukan diberikan karena satu indikator penilaian. Seluruh aspek pembinaan harus berjalan konsisten, terukur, dan memiliki hasil yang baik. Mulai dari kurikulum, kompetensi guru, sarana praktik, pembelajaran berbasis industri hingga kompetensi siswa,” ujar Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.

Menurutnya, pencapaian SMK Katolik Sint Joseph menjadi bukti komitmen sekolah dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi agar tetap relevan dengan perkembangan industri.

BACA JUGA:Bukan Main! Dua Perwakilan WMS Sukses Sabet Podium di AHSRIC 2026

Dapat Donasi Motor Honda

Kategori :