OTOMOTIFXTRA.COM -- Masyarakat Semarang dan sekitarnya siap-siap, pameran otomotif GIIAS Semarang 2026 bakal membawa banyak kejutan. Bukan cuma deretan mobil baru, tahun ini ada sejumlah merek yang baru hadir atau kembali meramaikan pameran.
GIIAS Semarang 2026 dijadwalkan berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Muladi Dome UNDIP, Semarang.
Ini menjadi penyelenggaraan kelima GIIAS Semarang sekaligus bagian dari rangkaian GIIAS The Series 2026 yang sebelumnya telah menyambangi ICE BSD, Surabaya, dan Bandung.
Total ada 19 merek otomotif global yang bakal memeriahkan pameran tahun ini. Sebanyak 18 merek berasal dari kategori kendaraan penumpang, sedangkan satu lainnya merupakan merek sepeda motor.
BACA JUGA:Penjualan Toyota Januari-Agustus 2026 Tembus 175 Ribu Unit, Ini Model yang Paling Banyak Diburu
Ada Tujuh Pendatang Baru
Deretan merek yang ikut serta terdiri dari BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, Honda, Jetour, KIA, Leap Motor, Mazda, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, VinFast, dan Wuling.
Untuk roda dua, Polytron menjadi satu-satunya merek sepeda motor yang ambil bagian.
Menariknya, ada tujuh merek yang baru hadir atau kembali ikut dalam GIIAS Semarang. Adalah Changan, Geely, Jetour, KIA, Leap Motor, Omoda Jaecoo, dan Polytron.
Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Jawa Tengah untuk melihat lebih dekat berbagai produk dan teknologi otomotif terbaru.
Apalagi, sejumlah kendaraan yang sudah diperkenalkan di kota penyelenggara GIIAS sebelumnya juga bakal dibawa ke Semarang.
BACA JUGA:Pemprov NTB Kebut Persiapan Jelang MotoGP Mandalika 2026
Jawa Tengah Punya Potensi Besar
Selain menjadi ajang pamer kendaraan baru, GIIAS Semarang juga punya peran penting dalam mendorong perkembangan industri otomotif di Jawa Tengah.
Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, menyebut Jawa Tengah memiliki potensi pasar yang cukup besar. Hingga April 2026, penjualan kendaraan di wilayah tersebut tercatat mencapai 14.195 unit, atau sekitar 5,1 persen dari total penjualan nasional.
Potensi tersebut juga didukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik.
Pada Juni 2026, investasi sekitar Rp15 triliun masuk ke Kawasan Industri Seafer (KIS), Kabupaten Kendal. Investasi tersebut mencakup pengembangan komponen kendaraan listrik, seperti baterai, ban, hingga suku cadang kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.