Sementara itu, Leapmotor C10 menyasar konsumen yang membutuhkan SUV listrik dengan kabin lebih lapang dan kenyamanan premium.
C10 dibekali panoramic sunroof berukuran 2,1 meter persegi.
SUV ini juga memiliki electric tailgate, NFC Card Ready, serta kursi depan dengan fungsi heated dan ventilated.
Untuk dapur pacunya, C10 menggunakan sistem penggerak roda belakang alias RWD.
Motor listriknya mampu menghasilkan tenaga maksimum 165 kW dan torsi 360 Nm.
Tenaga tersebut bersumber dari baterai berkapasitas 69,9 kWh dengan jarak tempuh yang diklaim mencapai 503 kilometer.
Teknologi CTC juga diterapkan pada C10.
Selain itu, SUV ini menggunakan struktur sasis dengan kekakuan torsional hingga 42.500 Nm/degree.
Penyetelan sasisnya juga melibatkan tim engineering Stellantis di Balocco, Italia.
Leapmotor menyebut racikan tersebut membuat C10 memiliki karakter berkendara yang stabil, halus, dan percaya diri.
Dari sisi keselamatan, C10 telah meraih rating Euro NCAP 5-Star.
BACA JUGA:Leapmotor Kasih Penawaran Khusus di Indomobil Expo Semarang 2026, B10 Cuma Dibanderol Segini
Leapmotor Andalkan Teknologi In-House
Kehadiran B10 dan C10 di Semarang sekaligus memperkenalkan pendekatan teknologi Leapmotor yang dikembangkan secara terintegrasi.
Perusahaan yang didirikan pada 2015 di Hangzhou, China, ini mengklaim lebih dari 65 persen komponen utama kendaraannya merupakan hasil riset dan manufaktur internal.
Komponennya mencakup NEV Architecture, E/E Architecture, sistem baterai CTC, Electric Drive System, Smart Cockpit System hingga ADAS.
Hingga Agustus 2026, Leapmotor telah mencatat pengiriman lebih dari 1,6 juta kendaraan secara global.