JETOUR mengklaim berada di posisi pertama penjualan SUV bergaya boxy di 13 negara.
Saat ini, portofolio JETOUR mencakup T-Series yang menyasar segmen light off-road serta G-Series yang diposisikan untuk pasar premium luxury off-road.
Kedua lini tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan beragam konsumen, mulai dari mobilitas harian dan perjalanan keluarga hingga aktivitas petualangan di alam terbuka.
JETOUR juga menerapkan strategi In Somewhere, For Somewhere, Be Somewhere untuk memperkuat kehadirannya di berbagai pasar.
BACA JUGA:JETOUR T2 i-DM Resmi Meluncur di Surabaya, SUV PHEV yang Bisa Jalan 1.200 Km Sekali Isi
Perusahaan berupaya memperluas jangkauan bisnis, termasuk ke Eropa, Australia, dan Selandia Baru, dengan menyesuaikan pendekatan terhadap kebutuhan konsumen di setiap negara.
Ranggy mengatakan, pengembangan teknologi dan perluasan lini kendaraan akan terus menjadi bagian dari langkah JETOUR memasuki tahun kedelapan bisnisnya.
Melalui strategi Travel+, JETOUR ingin menghadirkan kendaraan yang bukan cuma dibekali teknologi modern, tetapi juga mampu mendukung gaya hidup dan kebutuhan perjalanan konsumen.
Bagi JETOUR, masa depan mobilitas bukan sekadar mengantar penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Kendaraan juga diharapkan bisa membuat perjalanan lebih nyaman, fleksibel, dan membuka peluang untuk menjelajahi lebih banyak destinasi.