OTOMOTIFXTRA.COM -- Buat yang ingin beralih ke mobil listrik, tetapi masih kepikiran soal jarak tempuh dan susahnya mencari SPKLU saat bepergian jauh, Changan Deepal S05 REEV bisa jadi salah satu pilihan menarik.
SUV elektrifikasi andalan Changan ini menawarkan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.100 km berdasarkan standar NEDC.
Artinya, mobil ini punya potensi untuk diajak perjalanan jauh tanpa harus sering berhenti mencari tempat pengisian daya.
Bahkan, perjalanan Jakarta-Surabaya yang jaraknya sekitar 800 km melalui jalan tol Trans Jawa secara teori bisa ditempuh tanpa mengisi energi di tengah perjalanan, selama kondisi kendaraan dan perjalanan mendukung.
Menariknya, Changan Deepal S05 REEV bukan mobil hybrid biasa. Meski dibekali mesin bensin 1.500 cc, mesin tersebut tidak bertugas menggerakkan roda, melainkan hanya bekerja sebagai generator untuk menghasilkan listrik.
Jadi, roda mobil sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik. Pengemudi tetap bisa merasakan karakter khas mobil listrik yang halus, senyap, dan responsif, tanpa harus terlalu khawatir kehabisan daya ketika bepergian ke luar kota.
BACA JUGA:Changan Gelar Mall Exhibition Sepanjang Oktober 2026, Guyur Promo dan Ajak Test Drive
Mesin Bensin Bukan untuk Menggerakkan Roda
Teknologi yang digunakan Changan Deepal S05 REEV disebut Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Sederhananya, mobil ini menggunakan tenaga listrik sebagai sumber penggerak utama. Sementara itu, mesin bensin berfungsi menghasilkan listrik untuk mendukung kebutuhan energi kendaraan.
Konsep tersebut memberikan keleluasaan bagi pengemudi yang ingin menikmati mobil listrik, tetapi belum sepenuhnya nyaman dengan keterbatasan infrastruktur pengisian daya di sejumlah wilayah.
Untuk sumber energi listriknya, Deepal S05 REEV dibekali baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 27,28 kWh.
Dalam mode listrik murni atau full EV, mobil ini diklaim bisa berjalan hingga 170 km. Sementara itu, dengan dukungan generator berbahan bakar bensin, jarak tempuh gabungannya diklaim melampaui 1.100 km berdasarkan standar NEDC.
Baterainya juga dilengkapi teknologi Golden Shield Battery 2.0 yang dirancang untuk membantu melindungi baterai dari risiko panas berlebih sekaligus menjaga performanya.
Kalau ingin mengisi daya dari sumber listrik eksternal, tersedia teknologi 3C Fast Charging. Dalam kondisi pengisian yang sesuai, baterai diklaim bisa terisi dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 15 menit.
Namun, ketika SPKLU belum tersedia di jalur perjalanan, pengemudi tetap bisa mengandalkan generator berbahan bakar bensin untuk mendukung suplai energi listrik.