Penggunaannya bisa dipertimbangkan pada mesin yang diduga memiliki penumpukan endapan akibat perawatan yang kurang teratur atau penggantian oli yang sering terlambat.
Meski begitu, bukan berarti semua mesin membutuhkan cairan pembersih ini.
Kalau motor rutin ganti oli dan kondisi mesinnya sehat, penggunaan engine flush umumnya enggak diperlukan.
Bahkan, kalau mesin sudah mengalami penumpukan lumpur oli atau sludge yang cukup parah, penggunaan cairan pembersih tanpa pemeriksaan terlebih dahulu justru berisiko.
Endapan yang terlepas bisa mengganggu jalur pelumasan, terutama jika jumlahnya banyak.
BACA JUGA:Cuaca Panas Bikin Oli Mesin Kerja Ekstra, Ini Penjelasan Pertamina Lubricants
Kapan Sebaiknya Menggunakan Engine Flush?
Ada beberapa kondisi yang membuat penggunaan engine flush layak dipertimbangkan.
Misalnya, Sobat baru membeli motor bekas dengan riwayat perawatan yang enggak jelas. Bisa juga ketika motor diketahui sering telat ganti oli sehingga dikhawatirkan terjadi penumpukan endapan di dalam mesin.
Namun, jangan langsung menuangkan cairan pembersih begitu saja.
Sebaiknya periksa terlebih dahulu kondisi mesin, baik secara mandiri sesuai kemampuan maupun dengan bantuan mekanik.
Jika endapan yang menumpuk sudah cukup parah, pembersihan secara mekanis mungkin lebih tepat dibandingkan hanya mengandalkan cairan engine flush.
Pastikan juga produk yang digunakan sesuai dengan jenis mesin dan ikuti petunjuk pemakaiannya.
BACA JUGA:Beda Oli Mobil Sintetis dan Mineral, Mana yang Paling Cocok Buat Mesin Harian di Perkotaan?
Jangan Asal Pakai, Ini Risikonya
Meski bertujuan membersihkan mesin, penggunaan engine flush secara sembarangan tetap memiliki risiko.
Pada mesin dengan endapan yang cukup banyak, kotoran yang terlepas berpotensi menyumbat bagian tertentu dalam sistem pelumasan.
Risiko juga bisa muncul jika produk digunakan tidak sesuai petunjuk atau tidak cocok dengan mesin yang ditangani.