Penjualan BYD April 2026: Pasar Domestik Lesu, Ekspor Justru Meroket Tajam

Penjualan BYD April 2026: Pasar Domestik Lesu, Ekspor Justru Meroket Tajam

BYD Atto 3--BYD

OTOMOTIFXTRA.COM -- Penjualan mobil BYD pada April 2026 bisa dibilang merosot. Produsen otomotif asal China ini mencatat distribusi 314.100 unit kendaraan penumpang, turun 15,7% dibanding April tahun lalu.

Meski begitu, ada sedikit angin segar. Angka tersebut naik 6,2% dibanding Maret 2026 yang berada di level 295.639 unit. Artinya, pasar mulai bergerak naik usai terdampak libur Tahun Baru Imlek.

Namun kalau ditarik ke belakang, tren penurunan ini sudah berlangsung cukup lama. Sejak September 2025, penjualan BYD terus mengalami koreksi secara tahunan, setelah sempat mencicipi pertumbuhan di pertengahan tahun lalu.

Menariknya, performa berbeda justru datang dari pasar luar negeri. Pada April 2026, penjualan ekspor BYD tembus 134.542 unit, naik signifikan 70,9% dibanding tahun sebelumnya.

BACA JUGA:BYD Kenalkan Platform Heyuan di Denza D9 2026: Knalpot Dipindah, Bagasi Makin Lega

Kontribusinya mencapai 42,8% dari total penjualan bulanan. Ini jadi sinyal kuat kalau pasar global mulai jadi tulang punggung baru bagi BYD.

Secara total, sepanjang Januari hingga April 2026, BYD sudah menjual 1.003.039 unit mobil penumpang. Sayangnya, angka ini masih turun 26,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sebaliknya, penjualan luar negeri justru melesat hingga 59,8% menjadi 455.707 unit. BYD pun makin percaya diri dengan target 1,5 juta unit ekspor sepanjang 2026.

Kalau ditotal termasuk kendaraan komersial dan bus, penjualan BYD di April mencapai 321.123 unit. Lini utama seperti seri Dynasty dan Ocean masih mendominasi dengan 273.448 unit, meski turun 21,2%.


BYD Seal--BYD

BACA JUGA:BYD Pamer Konsep Supercar 'Formula X' di Auto China 2026, Siap Produksi Massal?

Di sisi lain, Fang Cheng Bao tampil mencolok dengan lonjakan penjualan 190,2% menjadi 29.138 unit. Sementara Denza harus turun 26,9% ke angka 11.250 unit, dan Yangwang naik 95,6% meski baru mencatat 264 unit.

Tekanan yang dihadapi BYD juga tercermin dari sisi finansial. Laba bersih kuartal pertama 2026 turun drastis 55,4% menjadi 4,09 miliar yuan, imbas perang harga dan biaya produksi yang makin tinggi.

Untuk tetap kompetitif, BYD terus tancap gas lewat berbagai strategi. Mulai dari peluncuran model baru, ekspansi global, hingga pengembangan teknologi pengisian daya super cepat.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya