Cuaca Panas Bikin Oli Mesin Kerja Ekstra, Ini Penjelasan Pertamina Lubricants

Cuaca Panas Bikin Oli Mesin Kerja Ekstra, Ini Penjelasan Pertamina Lubricants

Kualitas oli tidak hanya dipengaruhi oleh jarak tempuh, tetapi juga kondisi lalu lintas, temperatur udara, durasi mesin menyala, dan kebiasaan berkendara--Pertamina Lubricants

Saat kemampuan pelumasan menurun, gesekan antarbagian mesin bisa semakin besar. Jika dibiarkan dalam waktu lama, keausan komponen pun dapat terjadi lebih cepat.

BACA JUGA:Pertamina Lubricants Ramaikan Acara Vespa World Days 2022 di Bali

Jangan Hanya Mengandalkan Angka Kilometer

Jarak tempuh tetap menjadi salah satu acuan penting dalam menentukan waktu penggantian oli. Namun, angka kilometer sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan.

Pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan usia oli sejak terakhir diganti. Pasalnya, pelumas tetap dapat mengalami penurunan kualitas meskipun kendaraan jarang digunakan.

Selain itu, perhatikan pula pola pemakaian kendaraan. Motor atau mobil yang sering dipakai dalam kondisi macet, membawa beban berat, menempuh tanjakan, atau digunakan pada putaran mesin tinggi membutuhkan perhatian lebih.

Cara paling aman adalah mengikuti jadwal perawatan berdasarkan jarak tempuh atau waktu pemakaian, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Rekomendasi lengkap biasanya sudah tercantum dalam buku manual kendaraan.


Jarak tempuh tetap menjadi salah satu acuan penting dalam menentukan waktu penggantian oli. Namun, angka kilometer sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya patokan--Pertamina Lubricants

BACA JUGA:Pertamina Lubricants Bakal Tindak Tegas Pelaku Pelumas Palsu

Kurangi Kebiasaan Menggeber Mesin

Kebiasaan menarik gas secara agresif juga dapat mempercepat penurunan kualitas oli. Saat mesin bekerja pada RPM tinggi, temperatur dan tekanan di dalam mesin ikut meningkat.

Dalam kondisi tersebut, oli harus bekerja lebih cepat untuk menjaga lapisan pelumas di antara komponen. Jika terlalu sering dilakukan, proses oksidasi dan penguapan oli bisa terjadi lebih cepat.

Viskositas atau tingkat kekentalan oli juga berpotensi berubah sebelum waktunya. Akibatnya, perlindungan terhadap komponen mesin menjadi kurang maksimal.

Berkendara dengan bukaan gas yang halus tidak hanya membantu menjaga kondisi oli, tetapi juga membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien.

BACA JUGA:Bukan Cuma Irit, Ini Sederet Keunggulan SUV Hybrid LEPAS L8 PHEV

Oli Full Synthetic Cocok untuk Beban Kerja Tinggi

Pemilihan jenis oli juga perlu disesuaikan dengan kondisi pemakaian kendaraan. Untuk kendaraan yang sering digunakan di tengah cuaca panas dan kemacetan, oli full synthetic dapat menjadi salah satu pilihan.

Oli sintetis umumnya memiliki kestabilan yang lebih baik saat menghadapi temperatur tinggi. Pelumas jenis ini juga lebih tahan terhadap oksidasi sehingga performanya dapat tetap terjaga dalam kondisi kerja yang berat.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya