Penjualan Terus Anjlok, Porsche Taycan Terancam Bakal Disetop Produksi?

Penjualan Terus Anjlok, Porsche Taycan Terancam Bakal Disetop Produksi?

Porsche Taycan--Porsche

Menariknya, Porsche juga sudah menyiapkan versi listrik dari Panamera. Namun, perusahaan menegaskan Panamera EV nantinya tidak dibuat untuk menggantikan Taycan.

Keduanya justru disebut bakal berjalan berdampingan.

Taycan sendiri punya dimensi yang kurang lebih sekelas dengan Panamera. Kalau benar Panamera listrik masuk produksi, Porsche bakal memiliki dua model EV yang posisinya cukup berdekatan.

Situasi inilah yang kemudian memunculkan spekulasi bahwa Taycan bisa saja perlahan dikurangi hingga akhirnya dihentikan.

BACA JUGA:GWM Ora 5 Touring Terungkap, Punya Dimensi Lebih Panjang Dibanding Versi Standar

Porsche Mulai Lebih Realistis Soal Mobil Listrik

Masalah Taycan tidak bisa dilepaskan dari perubahan strategi Porsche terhadap kendaraan listrik.

Sebelumnya, Porsche menargetkan kendaraan listrik bisa menyumbang lebih dari 80 persen penjualan global pada 2030. Namun, target tersebut kini lebih bergantung pada perkembangan permintaan konsumen dan kondisi pasar.

Porsche juga menunda pengembangan platform EV khusus generasi baru. Bahkan, SUV flagship tiga baris yang akan datang tidak hanya mengandalkan tenaga listrik, tetapi juga disiapkan dengan pilihan mesin bensin dan plug-in hybrid.

Langkah ini menunjukkan Porsche mulai mengambil pendekatan yang lebih fleksibel. Kalau pasar EV belum sesuai ekspektasi, mesin pembakaran dan teknologi hybrid tetap dipertahankan.

BACA JUGA:Formula IDN Resmi Digelar di Mandalika, Jadi Jalan Baru Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Bakal Disetop atau Cuma Dipangkas?

Untuk saat ini, belum tepat menyebut Porsche Taycan bakal segera disetop.

Porsche masih mempertahankan model tersebut dan ingin memantau perkembangan permintaan. Namun, laporan mengenai penghentian produksi secara bertahap hingga 2030 menunjukkan masa depan Taycan memang di ujung tanduk.

Terlebih Porsche saat ini memang sedang menjalankan program efisiensi besar-besaran. Perusahaan disebut telah menyepakati pengurangan sekitar 5.000 pekerjaan tambahan hingga 2035, sehingga total posisi yang direncanakan terdampak mencapai sekitar 8.900.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya