Sering Parkir Mobil Listrik di Bawah Terik Matahari? Begini Efeknya ke Baterai
Mobil listrik sering dijemur di bawah terik matahari? Kenali dampaknya pada baterai--Dok
OTOMOTIFXTRA.COM -- Sobat, pernah ninggalin mobil listrik di parkiran terbuka saat matahari lagi terik-teriknya?
Kalau cuma sesekali, sebenarnya enggak perlu langsung panik. Tapi kalau mobil listrik sering terpapar panas dalam waktu lama, kondisi ini bisa memberi beban tambahan pada sistem baterai.
Pasalnya, sebagian besar mobil listrik menggunakan baterai lithium-ion yang cukup sensitif terhadap temperatur. Suhu terlalu tinggi dalam jangka panjang bisa mempercepat proses degradasi sel baterai.
Efeknya memang tidak langsung terasa. Yang perlu diperhatikan justru kebiasaan berulang, terutama ketika panas ekstrem terjadi bersamaan dengan penggunaan atau pengisian daya.
Kenapa Panas Bisa Bikin Baterai Terbebani?
Asal Sobat tau, baterai mobil listrik bekerja melalui proses elektrokimia yang menghasilkan panas. Nah, ketika temperatur lingkungan sudah tinggi, sistem kendaraan harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu baterai tetap dalam batas aman.
Di sinilah Battery Thermal Management System atau BTMS punya peran penting.
Sistem ini bertugas mengontrol temperatur baterai supaya tetap berada pada kondisi kerja yang ideal. Tergantung model mobilnya, sistem pendinginan bisa menggunakan udara, cairan pendingin, refrigeran, atau kombinasi tertentu.
Jadi, jangan heran kalau mobil listrik modern punya sistem thermal management yang cukup rumit. Baterai bukan sekadar komponen yang menyimpan listrik, tetapi juga perlu dijaga suhunya agar tetap bekerja optimal.
BACA JUGA:Omoda & Jaecoo Buka Dealer ke-37 di Ciledug, Ini Dia Fasilitasnya
Performa Mobil Bisa Ikut Menurun
Ketika temperatur baterai terlalu tinggi, sistem manajemen kendaraan bisa mengambil langkah perlindungan.
Salah satunya dengan menyesuaikan output tenaga atau mengatur penggunaan energi. Tujuannya jelas, yakni mencegah temperatur baterai terus meningkat.
Efek panas juga bisa terasa pada efisiensi kendaraan.
Saat cuaca sangat panas, sistem AC kabin harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu interior tetap nyaman. Di sisi lain, sistem pendingin baterai juga bisa ikut aktif sesuai kebutuhan.
Alhasil, konsumsi energi dapat meningkat dibandingkan kondisi temperatur yang lebih ideal.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
