Dari Keraton sampai Jalur Lumpur, Begini Serunya Touring Royal Heritage Bareng Mercedes Jip Indonesia
Intip keseruan puluhan unit Mercedes G-Class jelajah Jawa-Bali selama 10 hari di touring Royal Heritage MJI.--MJI
Jalur aspal mulai ditinggalkan. Medan berubah menjadi tanah berbatu dengan kombinasi tanjakan, turunan, dan kontur alami yang cukup menantang.
Di sinilah kemampuan Mercedes G-Class sekaligus kekompakan peserta benar-benar diuji. Meski kondisi jalur berbeda-beda, rombongan tetap berusaha bergerak bersama.
Saling membantu menjadi kunci agar tidak ada peserta yang tertinggal sepanjang perjalanan.
BACA JUGA:Audi Q5 SUV Terbaru Punya Banyak Fitur Kekinian, Harga Tembus 1,7 Miliar!
Menyeberang ke Bali, Petualangan Makin Berwarna
Setelah menyelesaikan perjalanan di Jawa, rombongan menyeberang menuju Bali. Karakter perjalanan pun kembali berubah dengan perpaduan lanskap alam dan budaya yang khas Pulau Dewata.
Kawasan Black Lava Gunung Batur menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi. Hamparan lava hitam di kawasan tersebut memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperlihatkan bagaimana kekuatan alam ikut membentuk kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Dari Gunung Batur, perjalanan berlanjut menuju Ubud. Kawasan ini menjadi tempat peserta menikmati perpaduan seni, arsitektur, tradisi, dan kehidupan masyarakat Bali yang masih terasa kuat.
Rombongan kemudian menuju Klungkung untuk kembali menelusuri sejarah kerajaan di Bali.
Salah satu titik penting yang dikunjungi adalah Kerta Gosa, peninggalan Kerajaan Klungkung yang memiliki kaitan dengan pemerintahan dan sistem peradilan pada masa lalu.
Kawasan tersebut juga memiliki hubungan erat dengan peristiwa Puputan Klungkung pada 1908. Jejak sejarah itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Royal Heritage sebelum rombongan memasuki agenda penutup.
BACA JUGA:DFSK E5 Plus Resmi Launching di Medan, Dijual Rp495 Juta
Ditutup dengan Kebersamaan
Setelah sembilan hari berkeliling dari Jawa hingga Bali, seluruh peserta akhirnya sampai pada agenda penutup, yakni Malam Katana di Kuta.
Bagi MJI, perjalanan ini bukan sekadar soal berapa kilometer yang sudah ditempuh atau berapa banyak destinasi yang berhasil didatangi.
Ketua Turing MJI, Ngurah Firnanda, mengatakan Royal Heritage justru menjadi pengingat bahwa inti touring ada pada kebersamaan dan pengalaman yang dibangun sepanjang perjalanan.
“Royal Heritage mengingatkan bahwa turing bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasi. Namun lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantangan yang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan,” ujar Ngurah.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
