Biar Nggak Keluar Duit Banyak, Pemilik Yamaha XMAX Wajib Perhatikan Komponen Ini Secara Berkala
Yamaha XMAX--Yamaha
Tapi ingat ya, Sobat. Dibalik kenyamanan dan performanya yang jempolan, biaya perawatan skutik bongsor tentu tidak sama dengan skutik berkapasitas mesin kecil. Kalau Sobat sampai cuek dan asal pakai tanpa rutin melakukan pengecekan, kantong bisa mendadak jebol gara-gara biaya perbaikan yang membengkak.
Nah, biar dompet tetap aman dan kondisi motor selalu fit prima, berikut adalah beberapa komponen Yamaha XMAX yang wajib Sobat perhatikan secara berkala!
1. Pelumasan Mesin dan Oli Transmisi (Gardan)
Sebagai jantung pacu berkapasitas 250 cc, Oli mesin memegang peranan sangat krusial pada Yamaha XMAX. Beban kerja mesin yang besar memicu suhu tinggi, sehingga kualitasi pelumas harus selalu terjaga. Usahakan untuk rutin mengganti oli mesin setiap 3.000 km hingga 4.000 km sekali, atau lebih cepat jika rute harian Sobat sering terjebak kemacetan parah.
Jangan lupa juga dengan oli gardan atau oli transmisi CVT. Meski periodenya lebih lama (biasanya setiap dua kali ganti oli mesin), jangan sampai terlewat. Oli gardan yang habis atau kotor bisa membuat komponen rasio aus dan menimbulkan suara kasar yang mengganggu.
BACA JUGA:Makin Gampang Servis dan Beli Mobil, Wuling Resmi Buka Diler Baru di Sanur Bali
2. Part Sektor CVT: V-Belt, Roller, dan Slide Piece
Bagian Continuously Variable Transmission (CVT) merupakan penyalur tenaga utama dari mesin ke roda belakang. Mengingat torsi XMAX cukup menjambak, komponen di dalam mangkok CVT bekerja ekstra keras.
Sobat disarankan untuk rajin membersihkan area CVT setiap 6.000 km sekali. Saat servis CVT, minta mekanik mengecek kondisi roller dari keausan, memeriksa elastisitas V-Belt dari keretakan, serta melihat kondisi slide piece. Kalau V-Belt putus di jalan, selain berbahaya, biaya untuk menarik dan memperbaiki kerusakan ikutan di area CVT bisa bikin pusing kepala!
3. Sistem Pendinginan (Cairan Radiator & Filter Udara)
Suhu mesin yang stabil adalah kunci keawetan dapur pacu Yamaha XMAX. Oleh karena itu, pengecekan volume air radiator (coolant) di tabung reservoir tidak boleh diabaikan. Pastikan ketinggian air radiator selalu berada di antara batas minimum dan maksimum. Kuras dan ganti cairan radiator secara menyeluruh setidaknya setiap 9.000 km hingga 10.000 km.
Selain itu, perhatikan juga kondisi filter udara. Filter udara yang tersumbat debu membuat asupan udara ke ruang bakar berkurang, bikin konsumsi bahan bakar jadi boros dan tarikan terasa lemot.
BACA JUGA:Jangan Asal Banting Setir, Begini Trik Parkir Mobil di Celah Sempit Biar Nggak Bikin Panik
4. Kampas Rem dan Minyak Rem
Bodi bongsor dan tenaga melimpah tentu butuh penghentian yang mumpuni. Yamaha XMAX sudah dibekali sistem pengereman cakram ganda dengan fitur ABS (Anti-lock Braking System). Karena bobotnya yang lumayan berat, usia pakai kampas rem biasanya relatif lebih cepat tergerus.
Cek ketebalan kampas rem depan dan belakang secara berkala. Jangan menunggu sampai besi dudukan kampas bergesekan langsung dengan piringan cakram, karena harga piringan cakram XMAX lumayan menguras dompet, Sobat!
Kesimpulan
Merawat Yamaha XMAX sebenarnya tidak sulit asal Sobat konsisten dengan jadwal servis berkala. Mencegah kerusakan kecil jauh lebih murah dibandingkan harus melakukan overhaul atau mengganti komponen vital yang rusak akibat kelalaian. Selalu gunakan suku cadang orisinal agar usia pakai motor lebih panjang dan perjalanan Sobat selalu aman dan menyenangkan.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
