Lewat Travel+, JETOUR Ingin Ubah Cara Orang Menikmati Perjalanan dengan Mobil
Pendekatan tersebut dikembangkan melalui strategi Travel+, yang menggabungkan teknologi otomotif, pengembangan produk, dan pengalaman perjalanan--Jetour
Strategi Travel+ juga tercermin dalam jajaran produk JETOUR yang dikembangkan untuk kebutuhan perjalanan berbeda.
JETOUR G700 menggabungkan kenyamanan premium dengan kemampuan untuk menghadapi medan off-road. Model ini ditujukan bagi konsumen yang menginginkan kendaraan nyaman sekaligus mendukung aktivitas petualangan.
Sementara itu, JETOUR T1 dan T2 menawarkan pendekatan yang memadukan kebutuhan mobilitas harian dengan kemampuan menjelajah jalur ringan di luar jalan beraspal.
Bukan cuma mengandalkan kemampuan teknis, JETOUR juga memperhatikan kebutuhan pengguna yang ingin menikmati perjalanan lebih lama di alam terbuka.
Sejumlah perlengkapan pendukung, seperti tenda di atap mobil atau roof tent, kulkas portabel, dan panoramic sunroof, menjadi bagian dari konsep tersebut. Perlengkapan ini memungkinkan kendaraan menunjang aktivitas berkemah, bersantai, hingga menikmati pemandangan selama perjalanan.
JETOUR turut menghadirkan Camping Market dan Starry Night Forum dalam rangkaian acara. Kedua kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana kendaraan bisa menjadi bagian dari pengalaman luar ruang, termasuk aktivitas rekreasi dan interaksi sosial.
BACA JUGA:Ikut Meriahkan IMX 2026, JETOUR Pamer Dua SUV dengan Modifikasi Unik
Travel+ Tak Hanya Soal Mobil, tetapi Juga Pelestarian Alam
Menariknya, konsep Travel+ yang dikembangkan JETOUR tidak berhenti pada teknologi dan produk otomotif. Perusahaan ini juga memasukkan unsur pelestarian lingkungan dan pengenalan budaya ke dalam pendekatan perjalanannya.
Dalam rangkaian Global Technology Experience Day 2026, peserta dijadwalkan mengunjungi Danau Xiazhu di Zhejiang untuk mengenal upaya pelestarian burung ibis jambul atau crested ibis.
Kegiatan yang disiapkan mencakup pembuatan sarang dan pelepasan benih ikan sebagai bagian dari pengenalan terhadap upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
JETOUR juga menyebut sejumlah program pelestarian satwa yang didukungnya di berbagai negara. Inisiatif tersebut mencakup pelestarian citah di Afrika, penyu di Malaysia, elang harpy di Panama, serta markhor di Pakistan.
Di luar isu lingkungan, JETOUR membangun hubungan dengan komunitas internasional melalui kemitraan di bidang olahraga dan budaya. Beberapa di antaranya adalah klub sepak bola Colo-Colo di Cile, Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), dan Malaysia Marathon.
Berbagai inisiatif itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas makna perjalanan, sehingga tidak hanya berorientasi pada destinasi, tetapi juga pengalaman mengenal alam, budaya, dan masyarakat setempat.
BACA JUGA:Jetour T2 i-DM Resmi Dijual di Bandung, Dibanderol Rp696 Juta
JETOUR Ingin Pengalaman Berkendara Lebih Luas
Melalui Global Technology Experience Day 2026, JETOUR memperlihatkan arah pengembangan merek yang menggabungkan teknologi kendaraan, kenyamanan, kemampuan menjelajah, dan aktivitas di luar ruang.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
