Penyebab Motor Matik 'Ndut-Ndutan', Segera Cek Bagian Jeroan Ini!
V-belt motor matik aus bisa bikin tarikan bermasalah hingga mogok.--WMS
Nah, jadwalnya nggak boleh ngawur. Sesuai buku pedoman, pemeriksaan rutin biasanya dianjurkan setiap kelipatan 8.000 kilometer (tergantung model motor).
Sekalian dibongkar, mekanik juga bakal bersih-bersih ruang CVT dari debu kopling yang numpuk. Ingat, ganti v-belt itu wajib pas waktunya, bukan tunggu putus di jalan, ya!
3. Jangan Asal Pilih, Wajib Pakai Sparepart Orisinal
Kalau vonis akhir mekanik mengharuskan v-belt pensiun, jangan coba-coba pakai barang KW, ya. Pastikan penggantinya menggunakan Honda Genuine Parts (HGP) yang spesifikasinya udah dihitung presisi buat motor kesayangan.
Dengan ukuran dan karakter material yang pas, performa tarikan motor bakal balik smooth dan pastinya jauh lebih awet.
BACA JUGA:SMK Katolik Sint Joseph Naik Grade A+, WMS Perkuat Pendidikan Vokasi Berbasis Industri
“Pengendara perlu memperhatikan perubahan suara dan respons sepeda motor saat digunakan. Jika muncul gejala yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal dan tidak berkembang menjadi kerusakan serius,” ujar Head of Technical Training PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi.
Supaya penanganannya nggak salah kamar, WMS menyarankan konsumen buat servis berkala di jaringan bengkel resmi AHASS. Selain ditangani mekanik terlatih yang paham betul karakter mesin Honda, ketersediaan suku cadang asli juga lebih terjamin.
Servis Booking Lewat Aplikasi Wanda
Buat yang malas antre, tinggal buka aplikasi WANDA. Booking jadwal servis dari rumah, dan kamu tinggal datang sesuai waktu pilihan.
“Perawatan CVT sebaiknya dilakukan sesuai jadwal dan ditangani oleh mekanik yang kompeten. Dengan pemeriksaan menyeluruh serta penggunaan suku cadang orisinal, konsumen dapat menjaga kondisi sepeda motor agar tetap nyaman dan andal untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” tutup Wahyu Budhi.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
