Pakai Toyota Agya GR, Daffa AB Bakal Ikut Balap Ketahanan 6 Jam di Sirkuit Mandalika

Minggu 01-02-2026,00:29 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

JAKARTA, OTOMOTIFXTRA.COM -- Juara bertahan Porsche Sprint Challenge dan juga Subaru BRZ OMR, Daffa AB, bikin gebrakan baru dalam karier balapnya.

Biasa tampil dominan di lintasan sprint race yang mengandalkan kecepatan singkat, kali ini Daffa memilih turun di ajang balap ketahanan Pertamina 6 Hours Endurance yang bakal digelar di Sirkuit Mandalika, Minggu (1/2/2026).

Bagi Daffa, tantangan ini bukan sekadar mengejar podium, melainkan ujian mental dan kerja sama tim yang jauh lebih kompleks dibanding balapan biasanya.

Jika sprint race menuntut fokus maksimal dalam durasi pendek, balap endurance adalah soal konsistensi dan strategi jangka panjang. Daffa mengakui bahwa dinamika di lintasan balap ketahanan sangat berbeda.

BACA JUGA:Trio Pembalap TGRI Perkuat Cargloss RT di Pertamina 6 Hours Endurance 2026 Mandalika, Ini Target Mereka

“Bukan cuma nambah experience endurance-nya, tapi juga experience kerja-sama bareng tim,” singkat Daffa.

Menurutnya, dalam balap berdurasi panjang, pembalap tidak bisa hanya mengandalkan insting pribadi.

Ada proses diskusi, evaluasi berkelanjutan dengan kru, hingga strategi menjaga performa kendaraan agar tetap prima hingga garis finis.

Menariknya, Daffa memilih jalur yang praktis namun tetap kompetitif. Ia turun menggunakan Krida Toyota Agya GR melalui program "Arrive and Race" yang difasilitasi oleh MGPA.

BACA JUGA:Bidik Konsumen Urban, Ford Hadirkan Dealer Berstandar Global di PIK 2

Program ini menjadi pilihan strategis karena menawarkan kemudahan logistik bagi pembalap tanpa mengurangi standar kompetisi.

Dengan kendaraan yang telah dimodifikasi sesuai standar Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Daffa bisa sepenuhnya mencurahkan energi dan pikiran pada aspek teknis balapan.

“Mobilnya proper sudah dimodifikasi mengikuti standard Kejuaraan Nasional. Ini sangat praktis. Tinggal bawa baju balap dan perlengkapan, terus gas,” katanya.

Ia menilai sistem ini sangat efektif bagi pembalap yang ingin fokus pada performa di lintasan tanpa harus terbebani oleh urusan teknis kendaraan yang rumit.

BACA JUGA:Jembatani Dunia Pendidikan dan Industri, Hino Donasikan Mesin J08C ke PKTJ Tegal

Kategori :