JAKARTA, OTOMOTIFXTRA.COM -- Chery sukses menuntaskan program pelatihan teknis global terpusat yang melibatkan perwakilan teknisi dari 18 negara.
Pelatihan intensif selama tiga hari ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan diagnosa, penanganan teknis, hingga optimalisasi performa kendaraan berbasis Chery Super Hybrid (CSH).
Langkah ini menjadi strategi penting Chery dalam menyamakan standar kompetensi teknisi di berbagai kawasan, mulai dari Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin hingga Eropa.
Melalui penyelarasan ini, Chery ingin memastikan kualitas layanan purna jual tetap konsisten di seluruh jaringan globalnya.
BACA JUGA:Chery C5 CSH Serentak Melantai di 8 Kota, Harga Rp 400 Jutaan
Fokus Teknologi Inti Chery Super Hybrid
Seiring ekspansi kendaraan energi baru ke pasar internasional, peningkatan kualitas layanan menjadi prioritas utama.
Dalam pelatihan tersebut, para teknisi dibekali pemahaman mendalam terkait sistem inti CSH, termasuk three-electric system, prosedur diagnosis sistem pengisian daya, standar bongkar pasang baterai, hingga pengujian performa kendaraan.
Pendekatan pelatihan tidak hanya berbasis teori. Chery juga mengombinasikan sesi kelas dengan praktik langsung di lapangan. Metode ini memastikan teknisi mampu menangani berbagai kondisi riil kendaraan secara cepat dan presisi.
BACA JUGA:Borong Tiga Penghargaan di IIMS 2026, Chery Buktikan Dominasi SUV Cerdas di Indonesia
Dukung Filosofi 'Chery Family Care'
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi filosofi layanan global 'Chery Family Care'. Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman servis yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan di setiap negara.
Dengan meningkatnya adopsi teknologi hybrid dan kendaraan energi baru, kesiapan teknisi menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan konsumen.
Siapkan Empat Pusat Pelatihan Regional Baru
Tak berhenti di situ, Chery telah menyiapkan rencana ekspansi pelatihan pada 2026 dengan membangun empat pusat pelatihan regional di Amerika Latin, Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
Kehadiran fasilitas ini akan memperkuat dukungan teknis yang lebih terlokalisasi sesuai karakter pasar, kondisi lingkungan, serta kebutuhan pengguna di masing-masing wilayah.