Penjualan Mobil Mulai Lesu, Xiaomi Rekrut Eks Bos Tesla China

Sabtu 04-04-2026,19:24 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

OTOMOTIFXTRA.COM -- Raksasa teknologi asal China, Xiaomi, nampaknya makin serius terjun ke pasar mobil listrik (EV) global.

Setelah sempat bikin gebrakan lewat produk perdananya, SU7, kini pabrikan asal China itu mulai menghadapi dinamika pasar yang berubah, termasuk indikasi penurunan permintaan di beberapa model.

Debut Xiaomi SU7 bisa dibilang sukses besar. Sedan listrik ini langsung diserbu konsumen sejak pertama kali diperkenalkan.

CEO Xiaomi, Lei Jun, bahkan menyebutkan bahwa jumlah pesanan yang sudah terkonfirmasi telah menembus angka 40.000 unit.

BACA JUGA:Geser Pabrikan Jepang, Mobil Buatan China Laku Keras di Negara Ini

Tak hanya itu, performa distribusi SU7 juga tergolong impresif. Berdasarkan laporan per 2 April 2026, total pengiriman kendaraan Xiaomi sepanjang Maret berhasil menembus lebih dari 20.000 unit.

Dari jumlah tersebut, SU7 menyumbang lebih dari 7.000 unit, padahal pengirimannya baru dimulai pada 23 Maret.

Artinya, dalam kurun waktu sekitar sepuluh hari, SU7 sudah mampu mencatatkan angka distribusi yang cukup tinggi. Ini menunjukkan kesiapan produksi sekaligus kekuatan strategi distribusi yang sudah dipersiapkan Xiaomi sejak awal.

Kesuksesan ini tak lepas dari kekuatan brand Xiaomi yang sudah mengakar di pasar global, khususnya di sektor teknologi.


Xiaomi SU7--Electrive

BACA JUGA:Mobil Baru Datang Jangan Langsung Dipakai, Cek Dulu 5 Hal Penting Ini Sob!

Dengan basis pengguna yang besar serta strategi pemasaran agresif, SU7 dengan cepat mendapatkan perhatian, terutama di segmen kendaraan listrik yang sedang naik daun.

Namun, cerita berbeda datang dari model SUV listriknya, Xiaomi YU7. Mobil yang sebelumnya cukup diminati ini mulai menunjukkan gejala penurunan permintaan. Salah satu indikator paling jelas terlihat dari waktu tunggu yang kini semakin singkat.

Jika sebelumnya konsumen harus inden antara 33 hingga 56 minggu, sekarang hanya berkisar 7 sampai 14 minggu. Buat pasar otomotif, penurunan waiting list seperti ini biasanya jadi sinyal bahwa permintaan mulai melandai.

Meski begitu, secara total distribusi YU7 masih tergolong tinggi. Hingga Februari 2026, pengiriman kumulatifnya sudah tembus 200.000 unit. Artinya, backlog pesanan lama masih terserap dengan baik.

Kategori :