OTOMOTIFXTRA.COM -- CEO Ford, Jim Farley, melontarkan peringatan keras soal potensi dominasi produsen mobil asal Tiongkok di pasar global, termasuk Amerika Serikat.
Padahal sebelumnya, Farley sempat kedapatan memuji kualitas mobil China, bahkan ia mengaku sangat menikmati menggunakan Xiaomi SU7 sebagai kendaraan harian selama enam bulan terakhir.
Namun, dalam wawancara terbaru bersama Fox News, Farley menegaskan bahwa masuknya mobil buatan Tiongkok di pasar Amerika Serikat (AS) bisa menjadi ancaman mematikan bagi industri manufaktur lokal.
“Kita tidak seharusnya membiarkan mereka (brand China) masuk ke negara kita. Manufaktur adalah jantung dan jiwa negara kita, dan kehilangan itu karena ekspor tersebut akan sangat menghancurkan negara kita," tegas Jim Farley.
"Itu belum termasuk risiko siber dan privasi dari kendaraan buatan China. Semua kendaraan memiliki 10 kamera, mereka dapat mengumpulkan banyak data. Ini sama sekali bukan pertarungan yang adil," lanjutnya.
Tak hanya soal persaingan bisnis, Farley juga menyoroti isu keamanan yang sensitif. Menurutnya, mobil-mobil buatan China dibekali sekitar 10 kamera yang mampu mengumpulkan data dalam jumlah besar.
Hal ini dianggap membawa risiko siber dan ancaman privasi yang serius bagi warga Amerika.
Ia pun terang-terangan menyebut bahwa kompetisi ini sudah tidak sehat lagi. "Ini sama sekali bukan persaingan yang adil," imbuhnya.
Meski begitu, Ford tidak tinggal diam. Farley mengklaim pabrikannya tengah menyiapkan 'senjata' baru berupa mobil listrik murah yang akan diproduksi di Kentucky, AS, untuk membendung dominasi Tiongkok.
Sebagai informasi, saat ini pemerintah AS sebenarnya sudah memproteksi pasar otomotif mereka dengan tarif impor gila-gilaan mencapai 100 persen untuk mobil buatan China.
Namun, ancaman tetap terasa nyata karena brand-brand Tiongkok mulai mengepung dari negara tetangga seperti Meksiko dan Kanada yang pasarnya lebih terbuka.
Kondisi ini bahkan membuat tiga senator dari Partai Demokrat mendesak Presiden Donald Trump untuk bertindak tegas.
Mereka meminta pelarangan total bagi produsen China untuk membangun pabrik di AS, serta menutup celah masuknya mobil rakitan Meksiko atau Kanada ke wilayah Amerika Serikat.