Geser Honda, Suzuki Jadi Merek Mobil Terbesar Kedua di Jepang

Geser Honda, Suzuki Jadi Merek Mobil Terbesar Kedua di Jepang

Suzuki berhasil menyalip Honda dan menjadi produsen mobil terlaris kedua di Jepang--Suzuki

OTOMOTIFXTRA.COM -- Suzuki akhirnya berhasil menyalip Honda dalam total penjualan global. Hasil ini sekaligus mengantarkan Suzuki duduk manis di posisi produsen mobil terlaris kedua di Jepang, tepat di bawah Toyota yang masih terlalu dominan untuk dikejar.

Sepanjang periode 1 April 2025 sampai 31 Maret 2026, Suzuki membukukan penjualan global sebanyak 3,55 juta unit kendaraan. Angka tersebut naik sekitar 7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Honda mencatat penjualan 3.371.664 unit pada periode yang sama, sekaligus mengalami penurunan performa finansial hingga mencatat kerugian tahunan pertama sejak melantai di bursa pada 1957.

Kondisi ini membuat Honda harus rela turun peringkat dan memberikan posisi runner-up kepada Suzuki.

BACA JUGA:Liburan Makin Nyaman, Dua Fitur Canggih di Suzuki Grand Vitara Ini Bantu Pengemudi Anti Panik di Tanjakan

Kemudian dari sisi kinerja keuangan, Suzuki justru menunjukkan tren positif. Laba bersih konsolidasi perusahaan naik 6 persen menjadi rekor ¥439,2 miliar atau sekitar A$4,6 miliar.

Sementara pendapatan juga meningkat 8 persen hingga mencapai ¥6,29 triliun (sekitar A$66,2 miliar).

Capaian ini mempertegas posisi Suzuki sebagai salah satu pemain paling stabil di tengah turbulensi industri otomotif global.

Salah satu faktor kunci yang membuat Suzuki mampu bertahan bahkan tumbuh adalah strategi bisnisnya yang unik.

BACA JUGA:Suzuki Fronx Sabet Gelar Car of the Year 2026, SUV Kompak 'Made In Cikarang' yang Makin Diminati

Berbeda dengan banyak rival Jepang seperti Honda, Toyota, hingga Nissan yang agresif di pasar Amerika Serikat dan China, Suzuki justru tidak memiliki eksposur besar di dua pasar terbesar dunia tersebut.

Keputusan ini secara tidak langsung membuat Suzuki terhindar dari tekanan besar di pasar kendaraan listrik China serta kompleksitas tarif di Amerika Serikat.

Namun bukan berarti tanpa tantangan. Suzuki mengakui bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi meningkatkan biaya rantai pasok dan menekan profit di tahun mendatang.

Meski begitu, di pasar domestik Jepang, Suzuki tetap kuat berkat dominasi mobil kei car yang praktis dan efisien, menjadikannya merek terlaris kedua di negara asalnya.

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya