OTOMOTIFXTRA.COM -- Pabrikan kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, dikabarkan tengah membuka peluang kerja sama dengan Volkswagen, khususnya terkait pemanfaatan fasilitas produksi di Jerman.
Fokusnya mengarah ke pabrik Gläserne Manufaktur di Dresden. Melansir Carnewschina, BYD berpotensi mengambil alih sebagian area untuk memproduksi mobil listrik, sementara area lainnya bakal dialihfungsikan jadi pusat inovasi bersama pemerintah Saxony dan TU Dresden.
Kalau terealisasi, langkah ini bukan cuma soal produksi. BYD bisa mendapat keuntungan dari sisi branding, karena produksi di Jerman identik dengan kualitas tinggi. Embel-embel “Made in Germany” jelas punya daya tarik kuat di pasar Eropa.
Apalagi performa penjualan BYD di Jerman mulai menunjukkan tren positif. Pada Maret lalu, distribusinya tembus 3.438 unit, melonjak tajam dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Penjualan BYD April 2026: Pasar Domestik Lesu, Ekspor Justru Meroket Tajam
Diketahui sebelumnya, BYD sempat melirik Spanyol sebagai basis pabrik kedua di Eropa. Alasannya cukup jelas, mulai dari biaya produksi lebih rendah, infrastruktur industri yang siap, sampai akses energi yang lebih kompetitif. Namun, dinamika kebijakan Uni Eropa membuat arah strategi bisa berubah.
Jerman sendiri punya posisi unik karena menolak tarif tambahan Uni Eropa untuk mobil listrik asal China. Sikap ini dinilai lebih “ramah” bagi pabrikan seperti BYD.
Menurut laporan Reuters, pemerintah China bahkan sempat meminta produsen otomotifnya menahan investasi di negara Uni Eropa yang mendukung tarif tersebut. Dampaknya sudah terlihat, seperti batalnya produksi Leapmotor di Polandia dan berpindah ke Spanyol.
Menariknya lagi, bukan cuma BYD yang mengincar fasilitas milik Volkswagen. Xpeng dan MG juga disebut ikut menjajaki peluang serupa. Artinya, pabrik VW di Eropa bisa jadi rebutan brand EV asal China.
BACA JUGA:BYD Kenalkan Platform Heyuan di Denza D9 2026: Knalpot Dipindah, Bagasi Makin Lega
Dari sisi Volkswagen, opsi ini juga bukan tanpa alasan. CEO VW, Oliver Blume, pernah menyebut bahwa berbagi kapasitas pabrik bisa jadi solusi cerdas untuk menekan biaya sekaligus memaksimalkan fasilitas yang menganggur.
Sebagai informasi, pabrik Dresden mulai menghentikan produksi mobil pada akhir 2025. Selama ini, fasilitas tersebut dikenal sebagai pabrik prestisius yang sempat memproduksi berbagai model, termasuk VW ID.3 dalam jumlah terbatas.
Ke depannya, sebagian area akan difokuskan menjadi pusat inovasi mulai 2026, meski proses konversinya masih dibahas.
Sampai sekarang, belum ada keputusan resmi. BYD masih irit komentar, sementara Volkswagen membantah kabar negosiasi tersebut. Tapi kalau benar terjadi, langkah ini bisa jadi game changer buat BYD untuk menguatkan eksistensinya di pasar otomotif Eropa.