BACA JUGA:Punya 4 Varian Anyar, BYD Atto 1 2026 Dibanderol Mulai Rp 170 Jutaan
Meski begitu, aksi live streaming ini juga menuai kritik dari sejumlah pengamat otomotif. Mereka menilai prosedur keselamatan yang diterapkan selama pembongkaran masih kurang memadai.
Pasalnya, dalam tayangan tersebut tidak terlihat perlengkapan keamanan khusus seperti alat pemadam kebakaran maupun sarung tangan berinsulasi yang biasanya wajib digunakan saat menangani baterai kendaraan listrik.
Terlepas dari kontroversi itu, pembongkaran ini malah mempertegas reputasi baterai Blade milik BYD yang selama ini dikenal punya standar keamanan tinggi.
Apalagi teknologi baterai Blade memang dirancang untuk meminimalkan risiko panas berlebih sekaligus meningkatkan durabilitas pada mobil listrik modern.