Mobil Boros Bensin Setelah Ganti Oli, Apa Penyebabnya?

Rabu 17-06-2026,15:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

OTOMOTIFXTRA.COM -- Pernah gak sih Sobat ngerasa ada yang aneh sama mobil kesayangan habis dibawa pulang dari bengkel? Alih-alih tarikannya jadi makin enteng dan irit, eh ini jarum indikator bensin malah kelihatan lebih cepat turun alias boros. Padahal agendanya cuma ganti oli mesin doang, gak ada utak-atik komponen lainnya.

Momen kayak gini pasti bikin dahi berkerut dan jengkel ya, Sob. Harapannya performa mobil kembali segar bugar setelah dikasih "darah baru", tapi realitanya konsumsi bahan bakar malah makin boros.

Tenang, Sobat gak sendirian kok. Kasus mobil jadi haus bensin pasca-ganti oli ini sebenarnya lumayan sering terjadi di dunia otomotif. Biar gak makin penasaran dan salah tuduh ke pihak bengkel, yuk kita bongkar bareng-bareng apa saja sih penyebab tersembunyi di balik fenomena aneh ini!

BACA JUGA:Demam Pesta Bola Dunia, Wahana Honda Guyur Diskon Jutaan Rupiah Plus Potongan Tenor Sampai 4 Kali!

1. Salah Pilih Angka Viskositas (Oli Terlalu Kental)

Penyebab utama yang paling sering terjadi adalah salah pilih tingkat kekentalan oli alias viskositas. Banyak pemilik mobil yang kurang paham atau sekadar ikut-ikutan saran orang lain tanpa melihat buku manual kendaraan.

Misalkan mobil Sobat standarnya wajib pakai oli encer dengan spek SAE 0W-20 atau 5W-30. Tapi karena alasan biar suara mesin lebih halus, Sobat malah nekat beralih pakai oli yang lebih kental seperti SAE 10W-40 atau bahkan 20W-50.

Efeknya ke Mesin: Oli yang terlalu kental bakal bikin pompa oli bekerja ekstra keras untuk mengalirkan pelumas ke seluruh celah komponen. Akibatnya, beban kerja mesin jadi lebih berat dan butuh asupan bensin lebih banyak cuma buat menggerakkan piston. Tarikan mobil pun bakal terasa berat atau lemot di putaran bawah.

BACA JUGA:Gak Cuma Sunmori, Komunitas SKJ Sukses Bikin Event Event Seru Sambil Gas Tipis-Tipis di Jaksel

2. Takaran Oli Terlalu Penuh (Overfill)

Sesuatu yang berlebihan itu memang gak pernah bagus, begitu juga dengan urusan mengisi oli mesin, Sob. Kadang ada mekanik atau bahkan kita sendiri yang terlalu bersemangat saat menuang oli baru, sampai-sampai levelnya melewati garis batas maksimal (F / Full) pada stik indikator (dipstick).

Ketika volume oli di dalam crankcase atau bak penampungan terlalu penuh, bagian bawah poros engkol (crankshaft) bakal terendam dan terendam pelumas.

Saat mesin dihidupkan, poros engkol ini harus berputar melawan hambatan cairan oli yang pekat tersebut. Gesekan dan beban tambahan inilah yang secara langsung merampas efisiensi mesin, sehingga mobil terpaksa membakar bensin lebih banyak demi mempertahankan performanya.

BACA JUGA:Geely EX2 Mejeng di Jakarta Fair 2026, Mobil Listrik Kompak dengan Fitur Lengkap dan Harga Menarik

3. Terkecoh Pakai Oli Palsu

Nah, kalau penyebab yang satu ini wajib banget Sobat waspadai. Di pasaran saat ini, peredaran oli palsu kemasan merek terkenal masih saja marak. Modusnya pun makin rapi jali sampai susah dibedakan lewat kasat mata.

Oli palsu biasanya dibuat dari minyak pelumas sulingan kelas rendah yang gak punya zat aditif pelindung yang standar. Begitu masuk ke ruang mesin dan terkena suhu panas, oli palsu ini bakal cepat menguap, mengental, atau bahkan berubah wujud jadi lumpur (sludge). Gak cuma bikin bensin jadi boros karena gesekan antar-komponen meningkat drastis, oli palsu juga siap membuat mesin mobil Sobat jebol dan turun mesin!

BACA JUGA:GAC AION UT dan AION V Tebar Pesona di Indomobil Expo Palembang 2026, Harga Mulai Rp 350 Jutaan

4. Mekanik Lupa Pasang atau Pasang Saringan Udara Kurang Pas

Kategori :