OTOMOTIFXTRA.COM -- Pasar mobil listrik Indonesia makin panas, Sob. Bukan cuma karena pilihan modelnya makin banyak, tapi juga karena konsumen sekarang mulai lebih teliti sebelum membeli.
Desain keren dan fitur canggih memang penting, tapi di balik itu ada hal yang enggak kalah penting, yakni teknologi, kualitas engineering, keamanan baterai, sampai kesiapan layanan purna jual.
Nah, di tengah persaingan tersebut, GAC Indonesia ingin menunjukkan bahwa GAC AION bukan sekadar pemain baru yang hadir membawa mobil listrik modern.
Merek asal Tiongkok ini datang dengan modal teknologi global, pengalaman riset hampir tiga dekade, serta kemampuan engineering yang sudah diterapkan di berbagai pasar dunia.
BACA JUGA:GAC Indonesia Genjot Ekspansi Dealer untuk Perkuat Ekosistem Mobil Listrik
Bukan Sekadar Mobil Listrik, Tapi Bawa Fondasi Teknologi
GAC Group membangun kekuatannya sebagai perusahaan otomotif berbasis teknologi lewat investasi panjang di bidang riset dan pengembangan.
Selama hampir 30 tahun, GAC terus memperkuat kemampuan dalam menciptakan kendaraan yang aman, efisien, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas masa depan.
Buat GAC, inovasi bukan cuma soal menanamkan fitur baru pada mobil. Prosesnya jauh lebih luas, mulai dari pengembangan platform, desain kendaraan, teknologi baterai, sistem keselamatan, proses manufaktur, hingga pengujian kualitas.
Fondasi inilah yang kemudian menjadi kekuatan di balik mobil listrik GAC AION, termasuk model yang dipasarkan untuk konsumen Indonesia.
BACA JUGA:GAC AION UT dan AION V Tebar Pesona di Indomobil Expo Palembang 2026, Harga Mulai Rp 350 Jutaan
Investasi R&D Jadi Senjata Utama
Keseriusan GAC dalam pengembangan teknologi kendaraan energi baru terlihat dari besarnya dana riset yang digelontorkan. Sepanjang 2025, GAC mengalokasikan RMB 7,71 miliar atau sekitar 7,98 persen dari total pendapatan perusahaan untuk memperkuat pengembangan teknologi.
Investasi tersebut diarahkan untuk berbagai inovasi masa depan, mulai dari all-solid-state lithium battery, teknologi L3 conditional autonomous driving, hingga konsep mobilitas masa depan melalui GOVY AirJet.
Langkah ini menunjukkan bahwa GAC tidak hanya ikut meramaikan tren kendaraan listrik. Lebih dari itu, GAC sedang membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman, pintar, efisien, dan berkelanjutan untuk jangka panjang.
BACA JUGA:GAC Indonesia Borong Dua Penghargaan di IIMS Surabaya 2026, AION UT Paling Diminati
Didukung Pusat Riset Global
Kekuatan teknologi GAC juga ditopang jaringan pusat riset dan pengembangan yang tersebar di berbagai kota besar dunia. Mulai dari Guangzhou, Shanghai, Beijing, Silicon Valley, Los Angeles, hingga Milan.