Permukaan yang terlalu licin membuat kampas ganda kesulitan mencengkeram mangkok secara optimal. Getaran dan bunyi gredek pun bisa muncul.
3. Kampas Ganda Sudah Aus
Kampas ganda terus bekerja setiap kali motor mulai berjalan. Seiring jarak tempuh, permukaannya bisa menipis atau mengalami keausan akibat panas dan gesekan.
Kalau kondisinya sudah parah, kemampuan kampas ganda meneruskan tenaga mesin ikut menurun.
4. V-Belt Mulai Getas
Bunyi berdecit juga bisa berasal dari V-belt yang sudah mulai aus, kering, getas, atau licin.
Padahal, V-belt memiliki tugas penting dalam menyalurkan tenaga mesin melalui sistem CVT. Karena itu, kondisinya tidak boleh luput dari pemeriksaan.
BACA JUGA:Promo Kemerdekaan Wahana Honda Hadir Lagi, Saatnya Wujudkan Keinginan Punya Motor Impian
Jangan Cuma Mengandalkan Suara Hilang Sendiri
Ketika suara gredek mulai terdengar, jangan buru-buru menyemprotkan cairan atau memberikan pelumas sembarangan ke area CVT.
Sistem CVT memiliki komponen yang memang dirancang bekerja dengan karakter gesekan tertentu. Salah penanganan justru bisa membuat masalah semakin panjang.
Langkah paling aman adalah melakukan pemeriksaan dan pembersihan CVT secara berkala. Pembersihan dapat dilakukan sekitar 2.000–5.000 kilometer, dengan tetap menyesuaikan kondisi penggunaan motor.
Kalau motor sering melewati jalan berdebu atau digunakan dalam kondisi lalu lintas padat, pemeriksaan CVT bisa saja perlu dilakukan lebih sering.
Komponen Aus Sebaiknya Jangan Dipaksakan
Selain dibersihkan, kampas ganda dan V-belt juga perlu diperiksa kondisinya.
Jika ditemukan keausan, retak, getas, atau kerusakan lainnya, komponen tersebut sebaiknya segera diganti. Memaksakan komponen yang sudah aus justru berisiko mengganggu kerja CVT secara keseluruhan.
Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan kondisi komponen sebelum kerusakan menjadi lebih parah.
“Banyak konsumen baru datang ke bengkel setelah muncul bunyi gredek. Padahal apabila pemeriksaan dilakukan secara berkala, kondisi komponen CVT dapat diketahui lebih awal. Perawatan rutin tidak hanya menjaga performa motor, tetapi juga membuat biaya perawatan menjadi lebih ekonomis karena kerusakan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.