Mobil Listrik Rasa Mobil Bensin, Teknologi REEV Jadi Jalan Tengah Buat Pengguna yang Masih Ragu Pindah EV

Sabtu 22-08-2026,16:10 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

BACA JUGA:Penjualan Daihatsu Tembus 84.959 Unit hingga Juli 2026, Gran Max Masih Jadi Jagoan

REEV Bukan Sekadar Hybrid Biasa

Di sinilah Sobat perlu membedakan REEV dengan hybrid konvensional.

Pada sistem hybrid tertentu, mesin bensin dan motor listrik sama-sama bisa berperan dalam menggerakkan roda. Sementara pada REEV, mesin pembakaran internal pada dasarnya difungsikan sebagai generator, sedangkan motor listrik menjadi penggerak utama kendaraan.

Karena itu, REEV lebih dekat dengan pengalaman berkendara mobil listrik. Namun, kendaraan tetap membawa mesin dan sistem bahan bakar sehingga karakter perawatannya tentu tidak sepenuhnya sama dengan BEV.

Mulai Dilirik Pasar Indonesia

Teknologi REEV bukan lagi sekadar konsep. Pada 2026, teknologi ini mulai diperkenalkan secara lebih serius di Indonesia.

Changan, misalnya, memperkenalkan Deepal S05 REEV sebagai model REEV pertama yang diperkenalkan di pasar Indonesia. Kehadirannya ditujukan untuk konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara listrik tetapi masih membutuhkan fleksibilitas tambahan untuk perjalanan jauh.

Selain itu, teknologi REEV juga semakin terlihat di pasar Tanah Air. iCAR V27 yang diperkenalkan di GIIAS 2026 turut mengusung teknologi Golden REEV, dengan mesin bensin yang berfungsi sebagai pembangkit listrik dan motor listrik sebagai penggerak kendaraan.

BACA JUGA:MG 07 Meluncur di China, Punya Jarak Tempuh hingga 845 Km

Bukan Berarti REEV Cocok untuk Semua Orang

Meski terdengar seperti solusi yang menarik, REEV tetap punya kompromi. Karena masih menggunakan mesin pembakaran internal, kendaraan tetap memiliki komponen mesin dan sistem bahan bakar yang tidak ditemukan pada BEV.

Jadi, kalau Sobat sudah nyaman dengan mobil listrik murni dan memiliki akses charger yang mudah di rumah maupun tempat tujuan, BEV bisa saja menjadi pilihan yang lebih sederhana.

Sebaliknya, buat Sobat yang ingin merasakan karakter mobil listrik tetapi masih khawatir soal perjalanan jauh, REEV bisa menjadi opsi yang menarik.

REEV, Jembatan Menuju Era Mobil Listrik

Pada akhirnya, tidak semua orang bisa langsung berpindah dari mobil bensin ke BEV. Ada faktor kebiasaan, infrastruktur pengisian, jarak perjalanan, sampai rasa aman ketika bepergian antarkota.

Teknologi REEV hadir dengan pendekatan yang cukup masuk akal: memberikan pengalaman berkendara listrik tanpa menghilangkan fleksibilitas sumber energi tambahan.

Jadi, Sobat yang masih bilang, “pengen mobil listrik, tapi takut kehabisan baterai,” mungkin justru bisa melihat REEV sebagai salah satu pilihan menarik. Bukan mobil bensin yang dibuat lebih irit, tetapi mobil listrik yang diberi tambahan napas untuk perjalanan lebih jauh.

Kategori :