Sering Salah Kaprah, Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan PHEV

Sering Salah Kaprah, Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan PHEV

Ada perbedaan cukup mendasar antara mobil hybrid biasa atau HEV dengan PHEV, terutama soal sumber tenaga listrik dan cara mengisi baterainya--Dok

OTOMOTIFXTRA.COM -- Sobat mungkin masih sering menganggap mobil hybrid dan PHEV alias Plug-in Hybrid Electric Vehicle itu sama saja. Maklum, keduanya memang sama-sama menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik.

Namun, jangan sampai salah kaprah. Ada perbedaan cukup mendasar antara mobil hybrid biasa atau HEV dengan PHEV, terutama soal sumber tenaga listrik dan cara mengisi baterainya.

Perbedaan ini juga penting dipahami sebelum Sobat memilih mobil elektrifikasi. Pasalnya, kebutuhan penggunaan mobil hybrid dan PHEV bisa cukup berbeda.

Mobil Hybrid Tak Perlu Dicolok ke Charger

Pada mobil hybrid konvensional atau Hybrid Electric Vehicle (HEV), baterai tidak dirancang untuk diisi menggunakan charger eksternal seperti mobil listrik.

Baterai hybrid mendapatkan energi terutama dari sistem regeneratif ketika mobil melakukan pengereman. Energi yang biasanya terbuang saat pengereman tersebut dikonversi menjadi listrik dan disimpan ke baterai.

Selain itu, pada sistem tertentu, mesin bensin juga dapat membantu menghasilkan energi untuk mengisi baterai. Energi listrik yang tersimpan kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik atau membantu kerja mesin sesuai kondisi berkendara.

Makanya, Sobat cukup mengisi bahan bakar seperti mobil bermesin bensin biasa. Tidak perlu mencari charging station atau memasang kabel charger ketika baterainya mulai berkurang.

Dalam kondisi tertentu, motor listrik bahkan bisa menggerakkan mobil sendirian, terutama ketika kecepatan rendah atau saat mobil melaju dalam kondisi stop and go.

BACA JUGA:Penjualan Daihatsu Tembus 84.959 Unit hingga Juli 2026, Gran Max Masih Jadi Jagoan

Kalau PHEV Bisa Dicas dari Luar

Nah, di sinilah perbedaan paling gampang antara hybrid dan PHEV terlihat.

PHEV mempunyai baterai berkapasitas lebih besar dan dilengkapi port pengisian daya eksternal. Artinya, baterai bisa diisi menggunakan sumber listrik dari luar kendaraan, baik melalui perangkat pengisian maupun sumber listrik rumah yang sesuai.

Karena kapasitas baterainya lebih besar, PHEV juga bisa digunakan dalam mode listrik murni untuk jarak tertentu. Setelah daya baterai berkurang, sistem kendaraan dapat beralih menggunakan mesin bensin dan tetap beroperasi sebagai kendaraan hybrid.

Jadi, PHEV bisa dibilang punya dua karakter. Saat baterainya cukup, mobil dapat mengandalkan tenaga listrik. Ketika daya listrik mulai habis, mesin bensin tetap siap digunakan untuk perjalanan lebih jauh.

BACA JUGA:MG 07 Meluncur di China, Punya Jarak Tempuh hingga 845 Km

Bedanya Hybrid dan PHEV Secara Sederhana

Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News

Tag
Share
Berita Lainnya