Sering Salah Kaprah, Ini Perbedaan Mobil Hybrid dan PHEV
Ada perbedaan cukup mendasar antara mobil hybrid biasa atau HEV dengan PHEV, terutama soal sumber tenaga listrik dan cara mengisi baterainya--Dok
Kalau dibuat gampang, Sobat bisa membayangkan begini: mobil hybrid biasa mengisi energi baterai saat mobil digunakan, sedangkan PHEV juga bisa mengisi baterainya dari sumber listrik eksternal.
Perbedaan lainnya ada pada ukuran baterai. PHEV umumnya memakai baterai yang lebih besar dibanding HEV karena memang dirancang untuk menyediakan porsi berkendara listrik yang lebih besar.
Karena baterainya lebih besar, PHEV juga membutuhkan perangkat pengisian daya. Sebaliknya, HEV tidak membutuhkan port charger eksternal untuk menjalankan sistem hybrid-nya.
Mana yang Lebih Cocok?
Pilihan antara hybrid dan PHEV sebenarnya kembali ke kebutuhan Sobat.
Kalau ingin mobil yang praktis dan tidak mau repot memikirkan pengisian daya dari luar, HEV bisa menjadi pilihan menarik. Tinggal isi bensin, lalu sistem mobil akan mengatur kapan mesin dan motor listrik bekerja.
Sementara itu, PHEV lebih menarik buat Sobat yang punya akses pengisian listrik dan ingin memanfaatkan mode berkendara listrik untuk aktivitas harian. Baterai yang lebih besar memungkinkan mobil melaju menggunakan tenaga listrik sebelum mesin bensin mengambil alih ketika diperlukan.
BACA JUGA:Gokil! VW Rilis Sedan PHEV Rp 200 Jutaan, Fiturnya Bikin Kompetitor Ketar-ketir
Jadi, meski sama-sama memakai mesin bensin dan motor listrik, hybrid dan PHEV bukan teknologi yang identik.
Intinya, Sobat tinggal ingat satu hal: HEV tidak perlu dicolok untuk mengisi baterai, sedangkan PHEV memang dirancang untuk bisa dicas dari sumber listrik eksternal.
Temukan konten otomotifxtra.com menarik lainnya di Google News
- Tag
- Share
-
