OTOMOTIFXTRA.COM – Chery makin serius mengembangkan teknologi baterai generasi terbaru. Produsen mobil asal China ini menargetkan uji nyata baterai solid-state (SSB) di kendaraan mulai 2027.
Rencana tersebut disampaikan Ketua Chery, Yin Tongyue, dalam Konferensi Baterai Daya Dunia 2026 di Yibin, Sichuan, China, Kamis (3/9/2026).
Chery bahkan menyiapkan investasi besar untuk pengembangan baterai solid-state. Nilainya mencapai 10 miliar yuan atau sekitar Rp 26 Miliar.
Chery Enggak Mau Asal Pasang Baterai Solid-State
Yin Tongyue menegaskan, Chery tidak akan buru-buru memasukkan teknologi baru ke mobil sebelum tingkat keamanannya benar-benar teruji.
Prinsip tersebut juga berlaku untuk baterai solid-state yang tengah dikembangkan.
BACA JUGA:Chery Q Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Ini Daftar Harga Varian Pure dan Rizz
Artinya, sebelum digunakan pada mobil produksi, teknologi SSB Chery bakal melewati serangkaian pengujian untuk memastikan performa sekaligus aspek keselamatannya.
"Kami tidak akan mengintegrasikan solusi teknologi apa pun ke kendaraan jika belum cukup aman," menjadi salah satu prinsip yang ditegaskan Chery dalam pengembangan teknologi barunya.
Chery sendiri sebelumnya telah memperkenalkan keluarga baterai solid-state bernama Rhino S pada Maret 2026 lalu.
Lini baterai tersebut dirancang dengan kepadatan energi mulai 400 Wh/kg hingga 600 Wh/kg.
Jika target pengembangannya tercapai, mobil listrik murni atau BEV yang menggunakan baterai tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.500 km dalam sekali pengisian.
BACA JUGA:Chery Q Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Compact EV dengan Kabin Lapang dan Fitur Lengkap
Uji Jalan Dimulai, Teknologi Semi-Solid Menyusul
Sebelum masuk ke tahap baterai solid-state penuh, Chery juga menyiapkan teknologi baterai solid-liquid atau semi-solid.
Pemasangan paket baterai semi-solid Rhino ke kendaraan ditargetkan mulai dilakukan pada kuartal keempat 2026.