Sustainability Industri Alat Berat Kini Bukan Cuma Soal Emisi, Tapi Juga Efisiensi

Jumat 11-09-2026,16:19 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

OTOMOTIFXTRA.COM -- Pembahasan soal sustainability di industri alat berat kini sudah bergeser. Bukan lagi sekadar bicara bagaimana menekan emisi atau menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga menyangkut bagaimana sebuah perusahaan bisa bekerja lebih efisien, menjaga produktivitas, dan menekan biaya operasional.

Gambaran tersebut terlihat dalam gelaran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang berlangsung pada 9-12 September di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, ajang ini mempertemukan pelaku berbagai sektor industri untuk membahas bagaimana teknologi bisa menjadi bagian dari transformasi menuju operasional yang lebih berkelanjutan.

IEE Series – Engineering Week 2026 sendiri menghadirkan enam hybrid stages dengan 26 sesi seminar yang melibatkan 206 thought leaders serta didukung 49 asosiasi dan partner.

BACA JUGA:Setahun Mitsubishi Destinator di Indonesia, MMKSI Siap Gelar Gebyar Auto Show di Berbagai Kota

Dari Target Sustainability ke Data yang Bisa Dibuktikan

Salah satu pembahasan menarik hadir dalam Mining Sustainability Forum bertajuk “Accelerating Performance and Sustainable Value Creation” di stage GPN JIExpo.

Forum yang digelar CBQA Global tersebut menyoroti satu hal penting: program sustainability tidak cukup hanya dibuat dan dijalankan. Kinerjanya juga harus bisa diukur dan dibuktikan melalui data yang kredibel.

William CD Manurung, Head of Sustainability CBQA Global, mengatakan perusahaan perlu memiliki baseline yang jelas, memahami metode penghitungan data, hingga memastikan hasilnya dapat diverifikasi secara independen.

Menurut dia, hal tersebut penting karena isu seperti emisi, efisiensi energi, biodiversitas, dan reklamasi kini mulai berkaitan langsung dengan akses pasar, pembiayaan, regulasi, hingga daya saing perusahaan.

“Karbon tidak lagi hanya menjadi angka lingkungan, tetapi semakin menjadi angka bisnis. Intensitas karbon dapat memengaruhi akses pasar, pembiayaan, kebutuhan pelanggan, dan pada akhirnya daya saing perusahaan,” ujar William.

Artinya, sustainability kini bukan sekadar kewajiban tambahan. Kalau diterapkan dengan tepat, langkah tersebut justru bisa memberikan dampak langsung terhadap kinerja bisnis.

BACA JUGA:Awas Jalan Licin Gegara Abu Vulkanik, Sobat Wajib Tahu 6 Tips Berkendara Ini

Equipment Jadi Kunci Efisiensi Operasional

Pembahasan tersebut kemudian terlihat secara nyata di area outdoor Mining Indonesia 2026.

Berbagai produsen alat berat membawa teknologi yang tidak hanya mengejar kemampuan kerja, tetapi juga efisiensi bahan bakar, pengurangan downtime, elektrifikasi, hingga pengelolaan biaya selama masa pakai equipment.

Salah satunya Shandong Heavy Industry Indonesia (SDHI) yang membawa sejumlah solusi equipment melalui berbagai brand di bawah naungannya.

Kategori :