Shantui, misalnya, melihat efisiensi bahan bakar sebagai salah satu faktor penting dalam pengembangan alat berat.
Alexander Tangestu dari PT Shantui Equipment Indonesia mengatakan, teknologi yang dikembangkan Shantui dalam sekitar satu dekade terakhir diarahkan agar alat bisa bekerja lebih efisien.
“Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu perhatian kami. Teknologi yang telah dikembangkan Shantui selama sekitar sepuluh tahun terakhir diarahkan supaya pengoperasian alat lebih efisien,” ujarnya.
Bagi industri dengan jam kerja alat yang tinggi, penghematan bahan bakar tentu bukan perkara kecil. Konsumsi energi yang lebih rendah bisa ikut memangkas biaya operasional sepanjang siklus penggunaan equipment.
Jadi, sustainability di sini bukan cuma soal mesin yang lebih hijau, tetapi juga bagaimana sebuah alat mampu menghasilkan output optimal dengan sumber daya yang lebih terukur.
BACA JUGA:Serunya Honda Laki Code, Member AHJ-AHMT Kompak Riding Bareng Sambil Pererat Kebersamaan
Elektrifikasi Mulai Masuk ke Area Tambang
Perubahan lain terlihat dari semakin banyaknya teknologi elektrifikasi yang diperkenalkan untuk sektor industri berat.
SANY menjadi salah satu produsen yang membawa solusi rendah karbon melalui electric heavy truck dengan teknologi fast charging yang diklaim mampu melakukan pengisian dalam 50 menit.
Teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas logistik di tambang skala besar sekaligus mengurangi emisi karbon.
Menariknya, SANY juga mencoba menjawab salah satu tantangan terbesar elektrifikasi di sektor tambang, yakni keterbatasan infrastruktur listrik di lokasi operasi yang jauh dari pusat kota.
Director of Government Affairs and Deputy General Manager SANY Indonesia, Saanjay Shamdasani, menyebut penggunaan teknologi tersebut dapat memberikan efisiensi biaya yang signifikan.
Menurutnya, biaya operasional dapat dipangkas hingga 60 persen dan biaya perawatan hingga 50 persen dibandingkan unit konvensional.
“Visi kami adalah mewujudkan tambang rendah karbon yang terintegrasi secara bertahap dari armada hybrid menuju full electric,” kata Saanjay.
Namun, bukan berarti semua alat berat harus langsung beralih ke tenaga listrik.
BACA JUGA:Serunya Honda Laki Code, Member AHJ-AHMT Kompak Riding Bareng Sambil Pererat Kebersamaan
Tidak Ada Satu Solusi untuk Semua Tambang
Vincent, Sales Marketing Director PT Indotruck Utama, menilai penerapan teknologi berkelanjutan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.